logo


Begini Jadinya, Ketika Mina Padi Save And Grow Dilirik Petani Pasuruan

Lahan seluas 2.000 meter yang dikelola M Rifai di Dusun Ngegot, Kelurahan Kebonagung, Kota Pasuruan.

30 Mei 2016 17:47 WIB

Sistem budidaya mina padi.
Sistem budidaya mina padi. Istimewa

PASURUAN, JITUNEWS.COM – Setelah mengetahui manfaat dobel yang didapat dari sistem bertani mina padi, Pemerintah Kota Pasuruan, Jawa Timur, merelakan lahannya untuk digarap petani setempat demi mendongkrak kesejahteraan.

Salah satunya sepetak lahan seluas 2.000 meter yang dikelola M Rifai di Dusun Ngegot, Kelurahan Kebonagung, Kota Pasuruan.

Di lahan tersebut Rifai menerapkan sistem bertani yang memadukan ikan dan padi dalam satu lahan. Didukung pengelolaan tanam secara organik, cara ini membawa dua manfaat sekaligus yakni mengurangi biaya produksi dan menjaga kelestarian lingkungan.

"Yang terpenting bisa panen dua komoditi sekaligus, yaitu ikan dan padi karena di tebar di lahan yang sama," kata Rifi selaku Ketua Koordinator Buruh Tani Kelurahan Kebonagung.

Sawah yang dibentuk Rifai pun berbeda, Rifai berujar sawahnya memiliki kedalaman 30-60 cm yang dikelilingi tanggul kecil dari tanah dan diperkuat dengan papan kayu. Rifai mengandalkan benih padi Inpari 31 dan ikan nila serta ikan tombro sebagai komoditi utamanya. Rifai menambahkan, nantinya tanggul yang membatasi kolam dengan sawah akan dibuka saat padi berumur 25 hari atau setelah matun (menyiangi rumput) pertama.

"Dulu, tahun 2013 hanya saya yang menerapkan cara bertani mina padi ini. Sekarang petani mulai mengikuti termasuk pemerintah. Pola pikir mereka berubah setelah mengikuti sekolah lapangan. Mereka sadar bertani seperti ini tidak hanya menghasilkan gabah tetapi juga ikan. Saat ini sudah ada enam petak sawah yang menerapkan mina padi di Pasuruan," ucap Rifai.


Raup Omzet Ratusan Juta dari Jambu Kristal, Tertarik?

Kata Petani Soal Kendala dalam Budidaya Jambu Kristal

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Syukron Fadillah