logo


Apa Yang Dimaksud Model Pertanian Save And Grow? Ini Jawabannya

Tiga tahun terakhir dirinya mengembangkan model pertanian yang memadukan antara padi dan ikan dalam satu lahan.

30 Mei 2016 17:40 WIB

Sistem budidaya mina padi.
Sistem budidaya mina padi. Istimewa

PASURUAN, JITUNEWS.COM – Menjamurnya sistem pertanian baru di Kota Pasuruan Jawa Timur mendorong sejumlah petani mengikuti pola tanam yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yakni sistem pertanian mina padi bermodel save and grow.

Menurut M Rifai petani asal Dusun Ngegot, Keluarahan Kebonagung, Kota Pasuruan, Jawa Timur, semuanya berawal ketika Kota Pasuruan bekerjasama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Rifai berujar sejak tiga tahun terakhir dirinya mengembangkan model pertanian yang memadukan antara padi dan ikan dalam satu lahan, atau yang dikenal dengan sistem save and grow (SG). Serupa dengan mina padi yang diinisiasi oleh FAO.

Awalnya Rifai direkrut oleh Field Indonesia, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang menjalankan program SG.

"Sebetulnya hampir sama dengan mina padi, tapi di sini yang bikin beda waktu pelepasan ikannya saja yaitu saat padi berusia 25 hari. Saat itu ikan-ikan akan berkelana bebas ke sela-sela padi untuk mencari makan. Perbedaan lainnya adalah ikan tidak diberikan pakan pelet seperti di mina padi, di SG ikan hanya makan dari pakan organik alami," kata Rifai.

Setelah mendapatkan cukup ilmu, Rifai kemudian menularkan ilmunya ke petani di kampungnya. Menurut catatan yang dimiliki Rifai, saat ini sudah ada 28 petani yang menggali wawasan dengan mengikuti sekolah lapang belajar bertani sistem SG. Dengan nama Kelompok Tani Setia Kawan, Rifai pun siap membagikan ilmunya.

"Saya berharap dengan sistem pertanian SG petani bisa lebih banyak mendapatkan manfaat dan bisa lebih sejahtera. Dalam sistem SG petani bisa panen ikan dan gabah," tutup Rifai.


Raup Omzet Ratusan Juta dari Jambu Kristal, Tertarik?

Kata Petani Soal Kendala dalam Budidaya Jambu Kristal

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Syukron Fadillah