logo


Ini Dia Persiapan Beserta Hasil Panen Satu Hektar Sawah Sistem Mina Padi

Rifai juga memanfaatkan batang pisang busuk dan daun semanggi karena dianggap mampu menjaga temperatur dan keasaman kolam.

30 Mei 2016 17:30 WIB

Sistem budidaya minapadi.
Sistem budidaya minapadi. net

PASURUAN, JITUNEWS.COM – Menerapkan sistem pertanian modern seperti mina padi atau save and grow (SG) setidaknya membutuhkan keahlian khusus guna dapat memanen hasil yang gemilang.

Menurut M Rifai dari Kelompok Tani Setia Kawan yang menggeluti pertanian model mina padi SG di Dusun Ngegot, Kelurahan Kebonagung, kota Pasuruan, Jawa Timur, salah satu kunci suksesnya terdapat pada pupuk.

“Saya tekankan, untuk dapat hasil panen yang maksimal kita harus bisa mengolah lahan, kolam, pakan ikan dan pupuk. Seperti diketahui, pertanian mirip mina padi ini menyatukan ikan dan padi dalam satu lahan yang sama,” kata Rifai.

Sebagai persiapan, Rifai berujar, pupuk misalnya harus dibuat dari bahan-bahan organik seperti kunyit, dringo, bonggol pisang, rebung dan air cucian beras. Sedangkan pakan ikan dihasilkan dari kompos yang memproduksi cacing tanah. Tak hanya itu, Rifai juga memanfaatkan batang pisang busuk dan daun semanggi karena dianggap mampu menjaga temperatur dan keasaman kolam. Sementara daun semanggi mampu menghisap zat kimia tertentu seperti sabun dan detergen.

"Ikan juga mendapatkan pakan alami seperti wereng dan organisme lain yang ada di batang padi. jadi saya tak perlu lagi menggunakan pakan buatan pabrik," ucap Rifai.

Dalam hal panen, meski satu lahan dihuni oleh padi dan ikan, hal ini tidak banyak berpengaruh pada produktivitas padi. Satu hektar lahan mampu menghasilkan 6-7,5 ton gabah. Pada lahan yang sama, bisa ditebar 25 kilogram bibit nila dengan hasil panen sebanyak 250 kilogram. Dengan harga jual ikan Rp 35 ribu per kilogram, hasil yang diperoleh petani sebanyak Rp 8,7 juta dari penjualan ikan saja.

Kata Petani Soal Kendala dalam Budidaya Jambu Kristal

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Syukron Fadillah