logo


Ini Alasan Padi Hibrida Digemari Petani

Hingga saat ini PT Biogene Plantation telah melepas sembilan varietas padi hibrida dan sudah banyak digunakan oleh para petani di berbagai wilayah Indonesia

30 Mei 2016 10:32 WIB

Petani memanen padi.
Petani memanen padi. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejak dicanangkan oleh pemerintah khususnya Kementerian Pertanian pada tahun 2008 lalu, penggunaan padi hibrida oleh petani terus meningkat. Menurut Nasikin, seorang pengembang padi hibrida dari PT Biogene Plantation, hadirnya padi hibrida sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas padi. 

“Keistimewaan padi hibrida adalah memiliki potensi produksi lebih tinggi daripada padi non hibrida, yakni 20-60%, sehingga diharapkan, keinginan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas padi optimis dapat dicapai” kata Nasikin saat dihubungi Jitunews.com, Jumat (27/5). 

Nasikin mengatakan, hingga saat ini PT Biogene Plantation telah melepas sembilan varietas padi hibrida dan sudah banyak digunakan oleh para petani di berbagai wilayah Indonesia. Kesembilan varietas tersebut antara lain: varietas sembada B3, Sembada B5, Sembada B8, Sembada B9, Sembada 101, Sembada 168, Sembada 188, Sembada 626, dan Sembada 989. 


Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

Dari kesembilan jenis itu, kata Nasikin, yang paling banyak digunakan oleh petani adalah varietas Sembada B9, Sembada 168, dan sembada 989, karena  terbukti hasil produksinya tinggi yang  sesuai dengan kondisi lahan dan lingkungan setempat serta selera pasar/petani. 

 “Agar hasil produksinya maksimal, disarankan agar para petani menggunakan sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam menyesuaikan dengan kondisi daerah setempat," katanya menambahkan.

”Penyebaran benih padi hibrida PT Biogene Plantation sudah cukup luas meliputi Aceh, Sumatra Utara, Palembang, Lampung, Jawa, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Maluku, NTT dan NTB,” ujarnya.

Periode Maret 2018: Harga Menguat, BK CPO Nol, BK Kakao 5%

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Vicky Anggriawan