logo


Catat, 30 Mei Mendatang Mars Akan Mendekati Bumi

Mars akan menampakan dirinya pada malam hari hingga fajar, layaknya bintang terang yang kemerahan.

27 Mei 2016 06:38 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah bulan November 2005 silam, atau setelah 11 tahun lalu, kini Mars kembali mencapai titik terdekatnya dengan Bumi. Kondisi tersebut sedianya bakal terjadi pada hari Senin pekan depan atau pada tanggal 30 Mei mendatang.

Mars bakal mencapai titik terdekatnya dengan bumi yang hanya berjarak 75,3 juta km. Padahal, seperti yang dilansir oleh Space, jarak Mars dan Bumi dalam keadaan normal ialah 225 juta km.

Jauh sebelum bulan November 2005, Mars juga pernah berdekatan dengan Bumi pada bulan Agustus 2003. Saat itu jarak antaran Mars dan Bumi hanya 56 juta km.


Pembangunan dan Nasib Bumi, Refleksi Peringatan Hari Bumi

Kantor berita Reuters lantas menambahkan, fenomena mendekatnya Mars dan Bumi sedianya bakal terjadi kembali setelah 300 tahun kemudian atau pada tahun 2287.

Secara alamiah, sesungguhnya sulit melihat Mars baik dengan kasat mata bahkan dengan menggunakan alat bantu sekalipun. Namun hal itu akan menjadi mungkin dan sebagai momen yang istimewa pada akhir bulan Mei mendatang. Sebab, Mars akan menampakkan dirinya di langit pada malam hari hingga fajar, layaknya bintang terang yang kemerahan.

Menjadi sangat istimewa, lantaran kita dapat menyaksikan Mars tanpa perlu menggunakan alat khusus apapun, selama langit dalam kondisi cerah atau tidak berawan.

Sebagai gambaran, setiap planet di Tata Surya memiliki orbit tersendiri. Bumi mengorbit Matahari dari jarak rata-rata 149,6 juta km selama 365 hari. Sedangkan Mars mengorbit Matahari dengan jarak rata-rata 227,9 juta km selama 687 hari.

Selama mengorbit, ada momen Bumi dan Mars bertemu pada sisi Matahari yang sama. Susunannya sedemikian rupa sehingga jika dilihat dari angkasa membuat susunan Matahari, Bumi, dan Mars berada dalam satu garis lurus dan berdekatan posisinya.

Dalam dunia astronomi hal ini dinamakan oposisi. Peristiwa oposisi antara Bumi dan Mars biasanya terjadi sekali dalam 26 bulan, demikian informasi yang diperoleh dari lembaga antariksa NASA.

Kedekatan Bumi dan Mars bukan hanya bermanfaat untuk pengamatan. The Christian Science Monitor mewartakan (22/5), NASA juga memanfaatkan momen ini untuk meluncurkan instrumen antariksa. Saat jarak Bumi dan Mars lebih dekat, instrumen dapat sampai lebih cepat, sehingga lebih hemat waktu dan biaya.

Pada hari Kamis silam (12/5), NASA telah merilis foto Mars yang diambil melalui teleskop luar angkasa Hubble. Foto yang diambil dari jarak sekitar 80 juta km dari Bumi ini memperlihatkan warna sebenarnya permukaan Mars, termasuk area pegunungan, ngarai, kawah, dan lanskap lain.

Hubble diluncurkan pada bulan April 1990 di atas pesawat ulang alik Discovery. Pada bulan Desember 1993 para astronot memperbaiki komponen cermin utama yang cacat. Semenjak itu Hubble membantu para astronom membuat penemuan besar. Diramalkan Hubble dapat terus beroperasi setidaknya hingga tahun 2020.

Wisatawan Asal Bogor Tenggelam di Sukabumi

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah