logo


Bayer Kembangkan Varietas Padi Hibrida Arize 6444 Gold yang Tahan BLB

Bacterial Leaf Blight sering kali menimpa padi di setiap tahap pertumbuhannya.

25 Mei 2016 14:23 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. bbpadi.litbang.pertanian.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Head of Seeds di Divisi Crop Science Bayer Asia Pacific, Mohan Babu, mengatakan bahwa hingga saat ini Bayer memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung sektor pertanian tanah air. Pasalnya dengan adanya target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, pihaknya terus melakukan upaya pengembangan inovasi di sektor pertanian. Salah satu hasil temuan baru PT. Bayer adalah varietas padi hibrida yang tahan terhadap Bacterial Leaf Blight (BLB).

"Kami kembangkan varietas baru padi hibrida Bayer yang terbukti tahan terhadap bakteri Bacterial Leaf Blight (BLB) yang bisa menyerang padi di tanah air," demikian kata Head of Seeds di Divisi Crop Science Bayer Asia Pacific, Mohan Babu, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jitunews.com, hari Rabu (25/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hingga saat ini penyakit masih menjadi momok bagi pertanian tanah air. Selain itu, kerusakan panen terutama di musim hujan, mempengaruhi lebih dari tujuh juta hektar lahan pertanian per tahun dan menyebabkan kehilangan panen yang besar.


Kementan Optimis Langkah Upsus Mampu Dongkrak Produksi Sektor Pangan NTT

Sementara itu, Bacterial Leaf Blight (BLB) sering kali menyerang tanaman padi pada setiap tahap pertumbuhannya dan menyebabkan bibit menjadi layu, menguning, dan akhirnya mengering. Akibatnya, panen berkurang hingga 20-60 persen, atau bergantung pada tingkat keparahan dan tahap tanaman pada saat terkena infeksi.

Kondisi inilah yang mendorong Bayer untuk mengembangkan benih padi hibrida Arize H6444 Gold, satu-satunya di Indonesia, yang diyakini dapat memberikan hasil panen 35 persen lebih banyak daripada varietas lain.

"Benih ini tahan terhadap penyebaran Bacterial Leaf Blight (BLB)," tungkasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa padi yang diserang penyakit Bacterial Leaf Blight (BLB) akan sangat berdampak pada penurunan produktivitas pertanian hingga 10 persen.

Rektor UNS Sebut Kementan Perlu Optimalkan Kearifan Lokal di Sektor Pangan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah