logo


Budidaya Cabai IPB CH3, Simple!

Budidaya cabai hibrida IPB CH3 sama seperti budidaya cabai jenis lain

25 Mei 2016 11:00 WIB

Cabai Hibrida IPB CH3
Cabai Hibrida IPB CH3 umkmnews

BOGOR, JITUNEWS.COM – Bak dunia fashion, komoditas agribisnis pun tiap harinya selalu menghadirkan tren baru. Kali ini, tren baru tersebut datang dari varietas cabai, namanya cabai IPB CH3.

Cabai IPB CH3 adalah jenis cabai hibrida. Keunggulannya, buah cabainya besar dengan panjang 14 cm sampai 17 cm dan rasa pedasnya dua kali lipat dari cabai besar merah biasa. Dengan masa berbunga untuk berbuah kurang dari tiga bulan. Satu pohonnya menghasilkan satu kilogram buah, atau sekitar 15 ton per hektar.

Menilik budidayanya, cabai hibrida IPB CH3 sama seperti budidaya cabai jenis lain. Pertama, benih cabai harus disemai dalam tray atau baki plastik. Media semainya menggunakan kompas arang dan dibiarkan selama dua minggu hingga tinggi bibit mencapai 10 cm.


Danrem 074/Warastratama Ajak MAsyarakat Tanam 5.000 Bibit Jambu Kristal

Selama proses penyemaian ini siapkan lahan penanaman dengan membuat bedengan selebar 1 meter dan panjang 10 meter. Bedengan ini bertujuan untuk mempermudah saluran drainase, sehingga berfungsi secara maksimal.

Setelah itu bedengan ditutup menggunakan aluminium foil atau mulsa plastik hitam perak (mphp). Bedengan yang telah terpasang aluminium foil kemudian diberikan lubang tanam dengan menggunakan alat pembolong. 

"Alat pembolong mulsa bisa dari kaleng dan biasanya berbentuk bulat," ujar Unang Ridwan, salah satu staf pengembangan bisnis di PT Bogor Life Science and Technology, dikutip dari Kontan.

Sebelumnya, lanjut Unang, kaleng harus dipanaskan dengan menggunakan bara api agar aluminium atau mulsa dapat dilubangi. Jarak tanam dalam satu bedeng dibuat dengan ukuran 30 cm. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memudahkan dalam pemeliharaan. 

"Benih cabai ditutup dengan aluminium foil untuk menghindari pertumbuhan gulma," tutur Unang.

Selanjutnya lakukan pemupukan sebagai penambah unsur hara bagi tanaman. Tidak lupa saluran harus dibersihkan seminggu sekali agar airnya mengalir. Kemudian lakukan perawatan dan penyiraman. 

"Varietas cabai ini memerlukan air yang banyak," ujar Unang.

Lanjut Unang, cabai hibrida CH3 bisa ditanam di semua jenis tanah. Hanya saja tanahnya harus subur. 

"Bagusnya sih di dataran yang sedang, jangan ditanam di tanah yang kering soalnya cabai butuh air yang banyak," saran Unang. 

Danrem 074 Warastratama Tanam 5.000 Bibit Sirsak Madu Bersama Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Riana