logo


Negara Untung Rp 7,4 T Berkat Tiga Perjanjian Ini

Industri hulu migas berkomitmen untuk meningkatkan pasokan gas untuk domestik.

25 Mei 2016 09:26 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pendapatan negara ditaksir meningkat sekitar Rp 7,4 Triliun dari hasil tiga perjanjian jual beli gas bumi (PJBG) yang ditandatangani bertepatan dengan pembukaan Pameran dan Konvensi Asosiasi Perusahaan Migas Indonesia (Indonesian Petroleum Association/IPA) Tahun 2016 di Jakarta, hari ini.

Kepala Hubungan Masyarakat, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Taslim Z. Yunus, mengatakan bahwa salah satu dari ketiga perjanjian jual beli gas bumi tersebut adalah ConocoPhillips (Grissik) Ltd. dengan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) dalam jangka waktu lima tahun, dengan pasokan 70 juta kaki kubik gas bumi per hari (MMSCFD), dan tambahan penerimaan negara sebesar US$470 juta atau sekitar Rp6,392 triliun.

Perjanjian jual beli lainnya adalah antara PT. Medco E&P Indonesia dan PT. Meppo-Gen untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kontrak berdurasi selama dua tahun dengan pasokan 10-16 miliar british thermal unit per hari (BBTUD), dan potensi penambahan penerimaan negara sebanyak US$68,52 juta atau sekitar Rp931,87 miliar.

Terakhir, PT. Medco E&P Indonesia dengan Perusahaan Daerah Petrogas Ogan Ilir untuk industri di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kontrak berlangsung hingga tanggal 31 Desember 2019, dengan pasokan 1,3-1,6 BBTUD, dan penambahan pendapatan negara sebesar US$6,14 juta atau sekitar Rp83,5 miliar.


Jangan Khawatir, Pertamina Tambah Pasokan Gas Elpiji 3 Kg

"Penandatangan ini merupakan bukti konkrit dukungan industri hulu migas dalam memprioritaskan alokasi gas bumi untuk kebutuhan domestik," ungkap Taslim di Jakarta Convention Center, Rabu (25/5).

Menurutnya, industri hulu migas berkomitmen untuk meningkatkan pasokan gas untuk domestik. Seperti diketahui, sejak tahun 2003, pasokan gas untuk domestik meningkat rata-rata 9% per tahun. Pada tahun 2013, volume gas untuk memenuhi kebutuhan domestik lebih besar dibandingkan ekspor. Sementara pada tahun 2015, gas bumi yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan domestik sebesar 3.882 MMSCFD atau 56% melebihi volume untuk ekspor yang mencapai 3.090 MMSCFD atau 44%.

Pertamina Beri Ruang, Field Tambun Berinovasi Selama Pandemi

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah