logo


Produksi Singkong Tanah Air Minim, Perusahaan Tapioka Andalkan Kran Impor

Harga singkong di dalam negeri juga relatif lebih mahal

23 Mei 2016 15:04 WIB

Ilustrasi petani singkong.
Ilustrasi petani singkong. beritadaerah.co.id

JAKARTA, JITUNEWS COM- Di tengah kuatnya keinginan pemerintah untuk menekan laju impor di sektor pangan, nyatanya impor Singkong masih saja terjadi. Hal itu lantaran ketersediaan singkong di tanah air belum mampu memenuhi tingginya permintaan sejumlah perusahaan tapioka yang ada di tanah air.

Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Thamrin Chaniago, menjelaskan hingga saat ini produksi singkong tanah air masih sangat sedikit. Oleh karena itu, tak heran jika sejumlah perusahaan tapioka yang ada masih mengandalkan singkong impor.

"Produksi singkong kita kan masih sangat sedikit, jadi belum mampu memenuhi kebutuhan industri tapioka," ucap Thamrin, saat dihubungi jitunews, Senin (23/5).


Bhima: Bisa Dobel Kerugian Indonesia!

Lebih lanjut, Thamrin mengatakan selain ketersediaannya yang sangat tidak memadai, harga singkong di dalam negeri juga relatif lebih mahal bila dibandingkan dengan impor. "Petani jual singkong dengan harga Rp 1.000/kg, sementara industri hanya mampu membeli dengan harga Rp 600/kg," jelasnya.

Mahalnya harga singkong, kata Thamrin, lantaran biaya produksi yang dikeluarkan sangat tinggi. Selain itu, jauhnya jarak tempuh menuju daerah konsumen juga menjadi persoalan tersendiri sehingga berdampak pada naiknya harga.

"Kurangnya ketersediaan singkong dari para petani ditambah tingginya harga membuat industtri tapioka tetap mengandalkan kran impor. Ini juga harus menjadi perhatian bagi pemerintah," tukas Thamrin.

 

Prabowo Berapi-Api Ingatkan Generasi Milenial, Netizen Nangis!

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro
 
×
×