logo


2 Program Baru Kemenristek Dikti Dorong Pemanfaatan Hasil Penelitian

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

22 Mei 2016 17:32 WIB

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat ditemui pada acara peresmian Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) dan peluncuran klon unggul baru, kamis (20/5).
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat ditemui pada acara peresmian Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) dan peluncuran klon unggul baru, kamis (20/5). Dok. Kemenristek Dikti

JEMBER, JITUNEWS.COM - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

Puslitkoka baru saja meluncurkan inovasi terbarunya yakni klon-varietas unggul kopi dan kakao. Klon unggul kakao tersebut memiliki produktivitas yang tinggi hingga mencapai 4 ton, dan diberi nama Manosa dan Hanasa.

"Saat ini satu klon terbaru siap untuk dihilirkan ke para petani yang akan diluncurkan pada hari ini dimana mempunyai keunggulan tingkat produktivitas yang tinggi, kecocokan pada lahan kering dan tahan terhadap penyakit”, ujar Nasir saat ditemui pada acara peresmian Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) dan peluncuran klon unggul baru tersebut, kamis (19/5).


Kemenristekdikti Tingkatkan Kerja Sama Riset dengan Australia

Menteri Nasir mengatakan, dalam upaya mendongkrak kesiapan teknologi hasil lembaga litbang dan meningkatkan jumlah teknologi yang dimanfaatkan oleh industri dan pelaku usaha, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi juga meluncurkan Program Pengembangan Kelembagaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) untuk memperkuat dari sisi kelembagaan Iptek dan Program Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi yang mendorong hilirisasi hasil produk riset.

“Hari ini, kedua program tersebut bersinergi dengan didirikannya Taman Sains Tekno Kopi dan Kakao Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Hal ini membuktikan bahwa sinergi antar program dapat dilakukan guna mendorong hilirisasi hasil riset,” katanya menambahkan.

Untuk diketahui, kopi dan kakao merupakan komoditas utama hasil perkebunan yang dapat di ekspor untuk menambah daya ungkit penerimaan negara dari sektor pertanian dan perkebunan. Sejarah juga menggambarkan bagaimana dua komoditas tersebut menjadi rebutan bangsa asing yang ingin menghasilkan keuntungan dari perdagangan kopi dan kakao yang diambil dari Indonesia. Oleh karenanya diperlukan penelitian yang intensif terkait pengembangan kopi dan kakao.

Ristekdikti Raih Penghargaan untuk E-Magz

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan