logo


Di Tengah Merosotnya Harga Batu Bara, MBAP Justru Raup Untung

'Memang ada beberapa faktor peningkatan pada 2015 dibandingkan 2014 karena peningkatan produksi'

20 Mei 2016 14:57 WIB

Ilustrasi pertambangan batubara.
Ilustrasi pertambangan batubara. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam keadaan harga batu bara yang sedang merosot seperti sekarang ini, PT Mitrabara Adiperdana (MBAP) Tbk malah mengalami keuntungan.

Pasalnya, MBAP mencatatkan laba bersih perusahaan sebesar US$34,6 juta di tahun lalu. Perolehan ini naik dari tahun sebelumnya, yakni sebesar US$13,9 juta.

Direktur Utama MBAP, Ridwan mengungkapkan, keuntungan ini karena perusahaan memiliki strategi dalam menyiasati harga batu bara yang turun, salah satu caranya yaitu dengan melakukan peningkatan produksi.


Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

"Memang ada beberapa faktor peningkatan pada 2015 dibandingkan 2014 karena peningkatan produksi, angka produksi meningkat 90% dibandingkan 2014," ungkap Ridwan di Jakarta, Jum'at (19/5).

Selanjutnya, menurut Ridwan, perusahaan melakukan efisiensi dengan mengontrol penggunaan bahan bakar. Selain itu, perusahaan juga membangun jalan dari lokasi produksi.

"Kedua, ada program efisiensi dan berhasil tercapai pada 2015 terkait kontrol fuel dan pembangunan jalan lewat pemukiman padat penduduk. Panjangnya 4,2 kilometer (km) sehingga produktivitas meningkat," katanya.

Ridwan menambahkan, perusahaan memangkas harga pokok penjualan batu bara justru di tengah industri yang sedang lesu. Namun, cara tersebut membuat penyerapan produksi perusahaan meningkat.

"Dari sektor tambang kami bisa kurangi harga pokok penjualan 37%, hal itu yang berikan kontribusi peningkatan laba 2015 dibandingkan 2014. Jadi memang ada penurunan harga dibandingkan 2014 tapi di satu sisi berhasil lakukan satu visi misi di sana," ujarnya.

Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin