logo


Sumbar Genjot Industri Sapi Potong Lewat Klaster Tri Arga Model

Tri Arga Model merupakan filosofi dari tiga gunung di Sumbar. Tiga Gunung tersebut merupakan daerah-daerah yang sangat berpotensi untuk penggemukan sapi

20 Mei 2016 09:52 WIB

Launching Tri Arga Model oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno pada Selasa, 17 Mei 2016 di lapangan Sari Bulan, Sawah Padang, Kota Payakumbuh.
Launching Tri Arga Model oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno pada Selasa, 17 Mei 2016 di lapangan Sari Bulan, Sawah Padang, Kota Payakumbuh. Humas Ditjen PKH Kementan

PAYAKUMBUH, JITUNEWS.COM - Sumantera Barat (Sumbar) memiliki potensi pengembangan sapi hingga 2 juta ekor sapi. Saat ini, populasi sapi di Sumbar baru mencapai 800 ekor. Hal itu disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat me-launching klaster Tri Arga Model di Lapangan Sari Bulan Padang Sawah, Kota Payakumbuh, Selasa (17/5) lalu. Potensi ini masih dapat diisi oleh masyarakat melalui pemberdayaan petani sapi.

"Program klaster Tri Arga Model ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani ternak sapi potong di Sumbar," ungkap Irwan dalam siaran persnya kepada JITUNEWS.COM, Jum'at (20/5).

Untuk itu, Pemprov Sumbar mengembangkan sistem pemberdayaan petani sapi melalui formula tiga unsur. Yakni, melibatkan investor, petani dan asuransi. Dengan formula itu, diharapkan ke depan investor dan Bank tidak lagi enggan untuk terlibat dalam pebibitan sapi potong.


Kabupaten Lingga Siapkan 100 Hektar Kebun Hijauan Pakan Indigofera

Disebutkan Irwan, saat ini Pemprov Sumbar telah melaksanakan pengembangan sapi potong bekerjasama dengan Koperasi Sehati Mandiri di Kota Payakumbuh. Anggota koperasi ini menerima investor yang ingin terlibat dalam penggemukan sapi.

"Selama ini halangan orang berinvestasi di sektor penggemukan sapi karena takut rugi, sapinya mati. Sekarang sudah ada ansuransi, halangan itu sudah tidak ada lagi. Selain itu, Bank juga sudah mau memberikan pinjaman dengan bunga maksimal hanya 7 persen," ujar Irwan.

Dengan itu, diharapkan ke depan sapi di Sumbar dapat berkembang dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi, dalam kesempatan yang sama mengatakan, klaster penggemukan sapi potong Tri Arga Model merupakan filosofi dari tiga gunung di Sumbar. Tiga Gunung tersebut merupakan daerah-daerah yang sangat berpotensi untuk penggemukan sapi.

"Kita mengembangkan pada daerah tiga gunung, yakni Gunung Sago, Marapi dan Singgalang. Daerah pengembangan itu Agam, Bukittinggi, Limapuluh Kota, Kota Padang Panjang, Payakumbuh, dan Tanah Datar," kata Erinaldi.

Selain itu, untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan program pengembangan ternak sapi potong di Sumbar, pemerintah juga telah menyiapkan 12 unit Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bersertifikat halal.

RPH yang berlokasi di beberapa daerah di Sumbar ini juga menyiapkan tempat penampungan sementara bagi ternak sapi dari para peternak yang akan dipotong di RPH tersebut.

Tak hanya itu, untuk membantu kelancaran distribusi daging sapi dari peternak yang selama mengalami kendala dalam distribusi dan penjualan, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) juga memberikan bantuan berupa mobil pengangkut daging.

Setelah acara launching Tri Arga Model, pada hari itu juga Irwan meresmikan Rumah Kemasan dan Promosi Dangung-Dangung.

"Kita berharap dengan adanya Rumah Kemasan dan Promosi masyarakat Limapuluh Kota ini, maka dapat mendukung untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat, karena uang dapat beredar di daerah ini," pungkas Irwan.

 

Dinas Pertanian Semarang Canangkan Program Sapi Wajib Bunting

Halaman: 
Penulis : Riana