logo


Pembudidaya: Pasar Anggrek Potong Tak Ada Matinya!

Meskipun tidak memiliki ilmu pertanian sama sekali tetapi Midin bisa belajar dengan cepat membudidayakan bunga nan cantik tersebut dari sang teman

19 Mei 2016 17:12 WIB

Anggrek Vanda Douglas
Anggrek Vanda Douglas Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Melihat temannya membudidayakan anggrek potong tanpa mengenal musim panen dengan tujuan pemasaran yang jelas, membuat Midin Haryono ikut tertarik membudidayakan anggrek potong. 

Meskipun tidak memiliki ilmu pertanian sama sekali tetapi Midin bisa belajar dengan cepat membudidayakan bunga nan cantik tersebut dari sang teman. Apalagi kata Midin, kebutuhan anggrek potong memang 'tak ada matinya' alias selalu ada sepanjang tahun. 

Midin membudidayakan anggrek potong jenis Vanda Douglas dan jenis Arachnis sp (Gym Story/kalajengking merah dan Giwi/kalajengking kuning). Secara fisik, anggrek Douglas memiliki warna ungu dengan mahkota yang melebar, tangkai bunga yang lebih besar dari Gym Story dan Giwi, berdaun pensil (berbentuk silinder mirip pensil).


Catat! Ini Faktor Penting dalam Merawat Anggrek

Sedangkan anggrek Gym Story memiliki warna mahkota merah belang-belang oranye dan bentuknya menyerupai kalajengking serta tangkai bunga yang lebih kecil dari jenis Douglas. Jenis Giwi mirip dengan Gym Story, kecuali warna mahkotanya yang berwarna kuning belang-belang cokelat sehingga tak heran disebut anggrek kalajengking kuning.

Baik anggrek Gym Story maupun Giwi sama-sama memiliki mahkota yang tidak melebar tetapi daun anggrek Gym Story dan Giwi melebar layaknya daun anggrek lainnya, tidak seperti anggrek Douglas yang daunnya bulat panjang seperti batang. 

"Jenis anggrek potong yang paling banyak disukai, yakni Gym Story karena mahkota bunganya berwarna merah, cerah, mengkilap sehingga sangat terlihat atraktif," ungkap Midin.

Lanjut Midin, anggrek potong jenis Gym Story, Douglas, dan Giwi memiliki kelebihan, yakni mudah dibudidayakan, tahan lama, kuat dalam arti tidak mudah layu meskipun tidak diberi air bahkan bisa ditanam di daerah perkotaan sekalipun. 

Dalam budidaya anggrek potong ini, Midin tidak perlu menggunakan pupuk sintetik, karena cukup menggunakan pupuk kandang berupa kotoran ayam. Selain itu yang sangat dibutuhkan adalah pestisida. Midin mengaku dirinya menggunakan pestisida seperti Dursban, Akodan, dan Atonik.

"Perawatan anggrek tidaklah berat, hanya cukup membuang daun rusak/sakit, mengecek bunga, membersihkan lahan dari rumput liar, pemberian pupuk, penyemprotan pestisida dan panen," pungkas Midin.

Cara 'Beda' Tanam Kaktus di Rumah, Dijamin Ciamik!

Halaman: 
Penulis : Riana