logo


Ini Dia Rincian NTP Subsektor Hortikultura

Kenaikannya karena indeks harga yang diterima petani hortikultura naik sebesar 1,11 %

3 November 2014 14:56 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbang Kementan), Haryono mengungkapkan, Nilai Tukar Petani Subsektor Hortikultura (NTPH) naik sebesar 0,75 % pada Oktober 2014.

"Kenaikannya karena indeks harga yang diterima petani hortikultura naik sebesar 1,11 % lebih tinggi dibanding indeks harga yang dibayar oleh petani yaitu sebesar 0,37 %," ungkap Haryono kepada wartawan di kantor Badan Pusat Statistik, Jakarta (3/11/2014).

Kenaikan indeks harga yang diterima oleh petani tersebut dijelaskan oleh Haryono, disebabkan karena naiknya harga komoditi di seluruh kelompok dalam subsektor Hortikultura.


Program Lumbung Pangan Baru di Kallteng, Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 ha

"Cabai merah dan bawang merah naik sebesar 1,45 %, terus jeruk dan pisang naik 0,79 %, lalu jahe dan temulawak naik sebesar 1,24 %." Jelas Haryono.

Meskipun demikian, indeks harga yang dibayar petani pun mengalami kenaikan. Hanya saja, tidak setinggi indeks harga yang diterima oleh para petani.

"Kenaikannya sebesar 0,37 % saja, itu dikarenakan indeks kelompok KRT dan BPPBM nya naik sekitar 0,41 % dan 0,23 %." Tutup Haryono.

Indonesia Sebagai Negara Agraris Harus Mempunyai Food Estate

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid
 
×
×