logo


Ini Dia Rincian Kenaikan NTP Subsektor Tanaman Pangan

Palawija juga naik, khususnya jagung dan ubi kayu. Naiknya itu sebesar 0,93 %

3 November 2014 14:51 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbang Kementan), Haryono mengungkapkan, nilai tukar petani subsektor tanaman pangan (NTPP) naik sebesar 1,30 % pada Oktober 2014.

"Hal ini disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani pangan lebih tinggi sebesar 1,86 % dibanding indeks harga yang dibayarnya," ungkap Haryono kepada wartawan di kantor Badan Pusat Statistik, Jakarta (3/11/2014).

Kenaikan tersebut juga menurut Haryono, dikarenakan adanya kenaikan indeks pada kelompok padi sebesar 1,95 %, yakni dari 110,07 poin menjadi 112,21 poin. "Palawija juga naik, khususnya jagung dan ubi kayu. Naiknya itu sebesar 0,93 %," ujarnya.


Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

Selain indeks harga yang diterima petani naik, indeks harga yang dibayar petani juga ikut tergerek naik. Hal tersebut menurut Haryono, disebabkan karena adanya kenaikan pada indeks kelompok Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 0,42 % dan indeks kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,23 %.

Rayakan Natal Bersama ASN, Mentan Ajak Jadi Pelopor Pembangunan Pertanian

Halaman: 
Penulis :
 
×
×