logo


Cegah Penyebaran Virus AI, FAO Intensifkan Pengawasan Pasar Unggas RI

Virus AI cukup tinggi ditemukan di pasar yang diambil sampelnya

17 Mei 2016 14:02 WIB

Ilustrasi peternakan ayam.
Ilustrasi peternakan ayam. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Untuk menjaga penyebaran virus AI yang berkelanjutan di tanah air, tim Kementerian Pertanian (Kementan) bersama tim FAO melakukan langkah pengawasaan virus AI di pasar unggas hidup di beberapa kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Surabaya, dan Medan).

Terkait dengan hal tersebut, James Mc Grane, team leader FAO ECTAD Indonesia, mengungkapkan bahwa langkah pengawasan ini akan terus dilakukan sepanjang tahun guna memantau adanya virus AI di lingkungan pasar unggas yang terbawa dari peternakan unggas di luar kota. Sampel lingkungan akan diambil dari pasar yang menjual unggas hidup dan atau yang memotong unggas di pasar tersebut.

“Surveillance LBM penting dilakukan untuk memantau dinamika virus AI dan sekaligus sebagai indikator keberhasilan program pemberantasan HPAI di peternakan unggas," ungkap James, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/5).


Ke Petani, Pupuk Indonesia: Gunakan Pupuk Berkualitas

Hasil pengamatan LBM, kata James, selama ini menunjukkan bahwa virus AI cukup tinggi ditemukan di pasar yang diambil sampelnya (sekitar 40 persen). Selain itu, surveillance juga sangat penting karena mampu menditeksi dugaan adanya virus AI lain selain subtipe H5N1.

Lebih lanjut, James menerangkan, meningkatnya kasus penyakit AI dan zoonosis pada saat ini, telah membuktikan bahwa sangat pentingnya peran dan tugas serta fungsi pelayanan kesehatan hewan oleh para petugas kesehatan hewan di semua tingkatan, baik di lapangan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.

Untuk diketahui, dampak meningkatnya penyakit zoonosis telah menyebabkan kerugian ekonomis masyarakat/peternak, serta keresahan masyarakat terhadap ancaman tertularnya manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya pelayanan kesehatan hewan menjadi kewajiban pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit flu burung juga tidak kalah penting.

Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro