logo


Tahun Depan, Jokowi Geber Proyek Pembangkit Listrik 35 Ribu MW

Rencana pembangunan pembangkit ada 2 yaitu 20.000 MW dari swasta dan 15.000 MW dari pemerintah.

3 November 2014 10:29 WIB

Ilustrasi pembangkit listrik.(Ist.)
Ilustrasi pembangkit listrik.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tampaknya Presiden Jokowi tidak mau membuang waktu lebih lama lagi untuk membangun proyek pembangkit listrik 35.000 MW. Rencananya tahun depan akan dimulai.

Kepastian itu datang dari Direktur Utama PT PLN (Persero), Nur Pamudji, Senin (3/11) di Jakarta. Dia mengatakan, rencana pembangunan pembangkit ada 2 yaitu 20.000 MW dari swasta dan 15.000 MW dari pemerintah.

"Biaya pembangunan pembakit itu sekitar US$ 1,5 juta per MW. Itu baru pembangkitnya, harus dibangun pula jaringan transimisi. Biaya transmisi jauh lebih murah. Misalnya biaya transmisi Palembang ke Riau itu sekitar US$ 1 miliar atau Rp 10 triliun," tuturnya.


Hadapi Wabah Corona, PLN Siaga Jaga Pasokan Listrik Masyarakat

Menurut Nur, masa pengerjaan untuk setiap jenis pembangkit listrik berbeda-beda. Rata-rata pembangunan sekitar 5 sampai 7 tahun. "Konstruksinya bisa dimulai tahun depan. Masa pembangunan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) sekitar 5 tahun. Kalau PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) bisa sampai 7 tahun tergantung tingkat kesulitan," jelasnya.

PLN Sudah Beri Diskon dan Gratiskan Listrik ke 8,5 Juta Pelanggan

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid