logo


Miris, Empat Ekor Gajah di Sri Lanka Mati Tersambar Petir

Di Sri Lanka, gajah merupakan hewan yang selain dilindungi, juga sangat dihormati warga yang sebagian besar memeluk agama Hindu

10 Mei 2016 10:34 WIB

Bangkai empat ekor gajah yang mati tersambar petir, Minggu (8/5/2016).
Bangkai empat ekor gajah yang mati tersambar petir, Minggu (8/5/2016). dok. AFP

KOLOMBO, JITUNEWS.COM - Empat ekor gajah mati akibat tersambar petir di wilayah utara Sri Lanka. Tragedi tersebut menimpa seekor gajah betina berusia 8 dan 25 tahun, serta dua anaknya masing-masing berusia 10 bulan dan dua tahun yang ditemukan mati pada Minggu (8/5) lalu, di dekat taman nasional Wilpatu.

"Warga desa di sekitar taman nasional yang melaporkan hal ini dan kami sudah melakukan otopsi. Kematian mereka disebabkan tersambar petir," kata dokter hewan, Chandana Jayasinghe, dikutip dari AFP.

Warga desa Mahavilachchiya, 250 kilometer sebelah utara ibu kota Kolombo melaporkan hujan deras yang diwarnai guntur serta petir mengguyur wilayah tersebut. Saat itulah, para pengelola taman nasional menduga, keempat gajah tersebut mati tersambar petir.


Dari Kulit Kopi, Petani Desa Ini Ciptakan Pakan Ternak Berprotein Tinggi

Di Sri Lanka, gajah merupakan hewan yang selain dilindungi, juga sangat dihormati warga yang sebagian besar memeluk agama Hindu. Sesuai aturan di Sri Lanka, kematian gajah harus dipastikan penyebabnya dan kemudian sertifikan kematian diterbitkan sebelum bangkainya dimusnahkan atau dikuburkan.

Meski memiliki undang-undang konservasi alam yang keras dan gajah kerap dikaitkan dengan kepercayaan setempat, tak kurang dari 200 ekor gajah dibunuh tiap tahun di Sri Lanka. Pembunuhan gajah ini biasanya tak terkait perburuan liar, tetapi lebih pada konflik dengan manusia.

Sebagai informasi, populasi gajah di Sri Lanka menurun hingga hanya sekitar 7.000 ekor berdasarkan sensus lima tahun lalu. Padahal, di awal abad ke-20 sekitar 20.000 ekor gajah berkeliaran bebas di negeri pulau itu.

Tingkatkan Produksi Daging Sapi, Kementan Kembangkan Sapi Belgian Blue

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Riana