logo


Total Investasi Pengembangan 18 Lapangan Migas Capai Rp19,5 Triliun

Pengembangan lapangan tersebut meliputi Plan of Development, Plan of Further Development, dan Put on Production.

9 Mei 2016 13:03 WIB

Ilustrasi, ladang pengeboran migas.
Ilustrasi, ladang pengeboran migas. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana pengembangan 18 lapangan minyak dan gas bumi (migas) yang telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar US$1,496 miliar atau sekitar Rp 19,5 triliun.

Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z. Yunus, mengungkapkan pengembangan lapangan tersebut meliputi Plan of Development (PoD), Plan of Further Development (PoFD), dan Put on Production (PoP). Rencananya, lapangan-lapangan tersebut mulai berproduksi (onstream) bervariasi antara tahun 2016 hingga 2020. Sekitar 16 lapangan berlokasi di wilayah Indonesia bagian Barat, 2 sisanya berada di wilayah Timur.

"Hal ini menunjukkan di wilayah Timur masih belum banyak dilakukan kegiatan. Padahal, potensi di Timur sangat besar,” ungkap Taslim di Jakarta, Senin (9/5).


Efisiensi Rp340 Miliar, SKK Migas Inisiasi 2 Kontrak Bersama di Jabanusa

Berdasarkan perhitungan SKK Migas, produksi minyak dan kondensat dari pengembangan lapangan tersebut akan menghasilkan sebanyak 45 juta barel minyak mentah. Sementara, produksi gas bumi diperkirakan sebanyak 271 miliar kaki kubik (BCF).

Dengan demikian, Taslim menyampaikan bahwa akumulasi penerimaan negara dari produksi migas lapangan-lapangan tersebut mencapai US$3,015 miliar atau Rp 39,2 triliun. Namun angka yang ditaksir tersebut belum termasuk dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian yang timbul dari proyek-proyek yang ada.

“Porsi pendapatan negara dari penerimaan bruto rata-rata lebih dari 60 persen,” pungkasnya.

Saat ini diakui Taslim, SKK Migas terus berupaya mempercepat persetujuan-persetujuan yang menjadi kewenangannya. Di samping itu, SKK migas juga mendorong para pemegang kontrak kerja sama (KKKS) untuk melakukan efisiensi program dengan menjadikan kegiatan penambahan cadangan dan produksi migas sebagai prioritas.

Ingin Kembangkan Pengolahan Kilang Nasional, Pertamina Gandeng 5 PTN Indonesia

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Deni Muhtarudin