logo


PDIP: Pemerkosa Yuyun Pantas Dihukum Berat

DPR masih meragukan efektifitas hukuman kebiri apabila RUU kekerasan seksual diberlakukan.

4 Mei 2016 19:38 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI Karolin Margret Natasa.
Anggota Komisi IX DPR RI Karolin Margret Natasa. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi IX DPR RI Karolin Margret Natasa mengungkapkan, dirinya sangat prihatin adanya kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Yuyun, gadis kelas 1 SMP oleh 14 pria di Bengkulu.

"Kejadian yang menimpa yuyun, pelakunya pantas dihukum berat," ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (4/5).

Walau kejadian tersebut sangat memprihatinkan, namun ia masih meragukan efektifitas hukuman kebiri apabila RUU kekerasan seksual diberlakukan.


Tegur Ganjar soal Banjir Rob Semarang, Megawati: Sama Anak Buah Saya Berani, Tapi...

Ia menuturkan, untuk kekerasan terhadap anak yang penting adalah melakukan pencegahan. Menurutnya, dalam hal ini tidak hanya lembaga formal seperti sekolah yang harus bertanggung jawab.

Namun, peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak, oleh karenanya masyarakat dan orang tua harus waspada terhadap ancaman kekerasan terhadap anak.

"Maksud saya, bukan hanya hukuman berat yang menjadi prioritas, tapi bagaimana kita bersama melindungi anak-anak kita. Pengawasan orang tua, kesadaran keluarga dan anak juga harus ditingkatkan," ucapnya.

Politisi PDI P ini mengungkapkan, mendidik dan mendisiplinkan anak bukanlah suatu perkara yang mudah, apalagi tantangan yang begitu komplek dizaman sekarang.

"Orang tua dituntut untuk lebih aktif sekaligus mampu memahami kebutuhan anak di jaman sekarang. Semoga kejadian seperti yuyun semoga tidak terulang lagi," pungkasnya.

HMI Bakal Kepung Istana-DPR, PDIP: Jangan Dikasih Izin untuk Demo!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah