logo


Minimalisir Perkembangan Wabah Demam Berdarah, UGM Lakukan Penelitian Eliminate Dengue Project

Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan kerja sama dengan Yayasan Tahija untuk melakukan penelitian tentang pengendalian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)

3 Mei 2016 18:17 WIB

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir. dok. ristekdikti

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan kerja sama dengan Yayasan Tahija untuk melakukan penelitian tentang pengendalian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan metode Eliminate Dengue Project-Yogya (EDP-Yogya) di wilayah Sleman dan Bantul. Metode penelitian EDP-Yogya adalah menggunakan bakteri alami bernama Wolbachia yang terbukti mampu menekan perkembangan virus demam berdarah dengue di dalam tubuh nyamuk Aedesaegypti.

Selasa lalu (26/4) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir berkesempatan untuk meninjau keberhasilan penelitian yang dilakukan EDP-Yogya. Menristekdikti didampingi oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Rektorat UGM, Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Daerah Yogyakarta mengunjungi fasilitas penelitian yang berlokasi di lingkungan UGM.

Menteri Nasir berharap, inovasi tersebut dapat terus dikembangkan guna meminimalisir perkembangan endemi penyakit DBD. Kemenristekdikti juga akan segera melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan untuk dapat segera memanfaatkan teknologi ini dengan lebih masif.


UNS Gelar Workshop Literasi Informasi Beasiswa Taiwan

“Apresiasi harus diberikan kepada penelitian EDP-Yogya, semoga penelitian ini dapat menjadi pionir untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi pengendalian demam berdarah dengue yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," tutur Nasir.

Untuk diketahui, teknologi mukber-Wolbachia ini telah direkomendasikan pula oleh The World Health Organization (WHO). Pada Maret 2016 lau, WHO mengeluarkan pernyataan bahwa Wolbachia merupakan teknologi baru yang menjanjikan untuk menekan replikasi virus dengue, chikungunya, dan zika dalam tubuh nyamuk Aedesaegypti.

Delegasi President University Raih Prestasi Gemilang di Ajang INCHALL 2017

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex