logo


Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Menurut CEO pasar online pangan organik, Tantyo Bangun, sayuran organik yang berbeda bentuk tidak akan memengaruhi rasa dan cara Anda memasak

2 Mei 2016 20:02 WIB

Ilustrasi sayuran organik
Ilustrasi sayuran organik blog.umy.ac.id

JAKARTA, JITUNEWS.COMSayuran organik, Anda pasti sudah familiar dengan bahan pangan ini. Selama ini kebanyakan dari kita pasti memilih sayur atau buah-buahan yang tampak menarik dengan bentuk yang sempurna, namun pernahkah Anda melihat sayuran organik dengan bentuk tidak sempurna? 

Ya, seringkali hal tersebut membuat kita berpikir dua atau tiga kali untuk membelinya. Tapi tahukah Anda kalau hal tersebut merupakan proses alami dalam budidaya organik?

Menurut CEO pasar online pangan organik, Tantyo Bangun, sayuran organik yang berbeda bentuk tidak akan memengaruhi rasa dan cara Anda memasak. Hanya saja sayuran organik ini ditanam dengan menggunakan proses alami dalam budidayanya sehingga setiap prosesnya alami dan tidak bisa dijamin bentuknya sempurna 100 persen.


Bahtelitbang Karya Siswa SMAN 1 Kudus Ini Siap Bersaing di Negeri Paman Sam, Seperti Apa?

"Pemupukan dengan pupuk alami mengandung kadar N yang lebih rendah bila dibandingkan dengan pupuk kimia. Unsur N penting dalam pembentukan jaringan tumbuhan sehingga pada pertanian konvensional yang menggunakan NPK tanamannya bisa besar-besar dan hasilnya banyak. Namun pupuk kimia kurang baik terhadap lingkungan karena mudah larut dalam air yang bila hanyut ke sungai dapat mencemari lingkungan," kata Tantyo, dikutip dari Liputan6.com.

Selain itu, kata Tantya, pada budidaya organik tidak menggunakan zat racun pembunuh hama (pestisida). Umumnya petani organik menggunakan tumbuh-tumbuhan khusus untuk mengusir serangga. Tetapi, tidak semua serangga terusir dan beberapa yang masih bertahan akan memakan sayuran para petani. Hal inilah yang menimbulkan kerusakan pada sayuran sekaligus menjadi tanda, pertaniannya tidak menggunakan pestisida.

"Bentuk nggak masalah dalam pertanian organik karena 10 persen bentuk bisa tida k sempurna. Yang penting, sayuran segar, sehat untuk anak dan keluarga," pungkas Tantyo.

Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Halaman: 
Penulis : Riana