logo


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Festival Manggis ini akan digelar selama tiga hari mulai 6-8 Mei 2016 mendatang

2 Mei 2016 18:31 WIB

Ketua panitia Festival Manggis dan juga Ketua Pokdarwis Tedung Sari Made Sukanta mengatakan, festival ini bertujuan sebagai bentuk kreativitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam mempromosikan Desa wisata di daerahnya, dan juga mengenalkan manggis sebagai buah asli Indonesia.
Ketua panitia Festival Manggis dan juga Ketua Pokdarwis Tedung Sari Made Sukanta mengatakan, festival ini bertujuan sebagai bentuk kreativitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam mempromosikan Desa wisata di daerahnya, dan juga mengenalkan manggis sebagai buah asli Indonesia. lensza.co.id

BALI, JITUNEWS.COM – Jika Anda ingin berlibur ke Bali, tak ada salahnya untuk berkunjung ke Desa Wisata Petang, Kabupaten Badung, Bali, yang terkenal sebagai penghasil buah manggis terbesar di daerah itu. Pada tahun ini, di desa tersebut akan digelar Festival Manggis selama tiga hari mulai tanggal 6-8 Mei 2016 mendatang.

Ketua Panitia Festival Manggis yang juga Ketua Pokdarwis Tedung Sari, Made Sukanta, mengatakan festival ini merupakan bentuk kreativitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mempromosikan desa wisata di daerahnya, dan juga mengenalkan manggis sebagai buah asli Indonesia.

“Kami mendukung pelaksanaan Festival Buah Manggis karena menjadi terobosan yang sangat strategis untuk mengangkat potensi buah lokal Indonesia ini yang memang sangat berkembang di desa Petang. Selain itu, juga untuk membangun pariwisata baru di Pulau Dewata, khususnya di Kabupaten Badung yang berbasis agro industri dan kuliner," ujar Sukanta, yang dikutip dari Antara.


Bahtelitbang Karya Siswa SMAN 1 Kudus Ini Siap Bersaing di Negeri Paman Sam, Seperti Apa?

Sukanta juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah sebagai upaya memberdayakan masyarakat lokal dalam mengolah produk pertanian sehingga memberikan nilai tambah dari sisi ekonomi.

"Agenda kegiatan yang akan digelar dalam Festival Manggis ini yakni petik manggis di kebun, lomba spa manggis ibu-ibu desa Petang, lomba menghias ogoh-ogoh buah manggis raksasa untuk anak-anak desa Petang," ujar Sukanta.
Tak hanya itu, lanjut Sukanta, acara tersebut juga akan dimeriahkan dengan pesta kuliner rumah tangga desa Petang, bazar buah dan sayuran, dan hasil kebun serta hasil kreasi UKM lokal Petang, lomba hasil pertanian dan peternakan terbaik desa Petang, acara tebak-tebak buah manggis, kelas belajar membuat wine dari manggis, serta lomba membuat wine dari manggis untuk pengunjung.

Menurut Sukanta, tanpa kreativitas produksi, harga produk pertanian seperti manggis bisa anjlok saat musim panen raya. Namun dengan produksi pascapanen, produk dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang sangat tinggi.

Ia mencontohkan, bentuk olahan buah manggis dapat dijadikan minuman wine herbal prebiotik, sehingga saat panen raya harga manggis yang hanya pada kisaran Rp 2.000 per kilogram, setelah diolah menjadi wine harganya menjadi Rp 400 ribu per liter.

Selain menghasilkan wine, kata dia, ampas manggis dapat digunakan sebagai bahan berbagai produk seperti produk spa prebiotik yang sangat bagus untuk menutrisi kulit wajah dan tubuh karena mengandung antioksidan yang tinggi.

"Buah manggis juga dapat diolah menjadi bedak dingin untuk kecantikan, sabun spa prebiotik, sabun cair, lotion manggis, lulur dan produk turunannya," ujar Sukanta.

Sukanta mengatakan, wine herbal prebiotik memiliki khasiat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti diabetes, tumor, maag, wasir atau ambien, darah rendah, kanker, alergi, tifus, dan demam berdarah.

Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung, Bali, juga mendukung penuh pelaksanaan Festival Buah Manggis di desa Petang tersebut sebagai upaya mendongkrak kunjungan wisatawan ke Desa Wisata itu.

"Kami meyakini festival itu mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Desa Wisata tersebut dan sebagai upaya menanggulangi harga buah manggis yang anjlok pada saat musim panen raya," ujar Kadispar Badung, Cok Raka Darmawan di Mangupura.

 

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Riana