logo


Bahtelitbang Karya Siswa SMAN 1 Kudus Ini Siap Bersaing di Negeri Paman Sam, Seperti Apa?

Pihak Balitbang berharap segera dilakukan analisis terhadap temuan itu dan bisa dikomersilkan

2 Mei 2016 15:21 WIB

Bahtelitbang, cairan alami pembunuh hama ramah lingkungan karya siswa SMA Kudus
Bahtelitbang, cairan alami pembunuh hama ramah lingkungan karya siswa SMA Kudus viva.co.id

SEMARANG, JITUNEWS.COM - Inovasi pembasmi hama berbahan limbah berhasil diciptakan oleh tiga siswa SMAN 1 Kudus, Jawa Tengah. Adalah Iqbal Muhammad, Marysa Rizqia Chairunnisa, dan Rafif Elang Danendra, sang kreator pembasmi hama ramah lingkungan tersebut. Disebut ramah lingkungan karena bahan pembasmi hama yang mereka ciptakan berasal dari limbah tembakau dan kulit bawang. Dan yang bikin salutnya lagi, berkat inovasinya itu mereka pun kini bersiap untuk berlomba di Amerika Serikat. Wow!

Temuan trio siswa SMAN 1 Kudus tersebut bernama Bahtelitbang, singkatan dari limbah tembakau dan kulit bawang. Berawal dari tugas sekolah, mereka menganalisa kandungan limbah cacahan daun tembakau yang banyak di daerahnya yang punya sebutan Kota Kretek itu. Kemudian mereka mengkombinasikan dengan kulit bawang.

"Limbah daun tembakau mengandung zat alkaloid nikotin sejenis neurotoksin yang ampuh sebagai racun syaraf bagi serangga. Sedangkan kulit bawang mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, saponin, dan flavonoid yang dapat menghambat daya makan larva," terang Marsya, seperti dikutip dari laman detikcom beberapa waktu lalu.


Keren, Mahasiswa Ini Berhasil Temukan Jamur Pembasmi Hama!

Menyoal pembuatannya, Marsya mengatakan, dua bahan tersebut diblender hingga halus kemudian dikeringkan. Lalu, didistilasi menggunakan metanol dengan didiamkan hingga seminggu, cara didistilasi menggunakan peralatan laboratorium agar maksimal.

"Sebenarnya menggunakan ceret (teko) dan pipa bisa, tapi tidak maksimal. Kemudian metanol yang sudah terpisah nantinya bisa digunakan lagi," ungkapnya.

Lanjut Marsya, bahan yang sudah jadi dicampur dengan aquades dan nantinya akan berwujud cairan hitam. Bahtelitbang sebanyak 1 miligram bisa dicampur dengan 100 mililiter air dan sudah siap untuk disemprotkan ke tanaman. Dari hasil percobaan, serangga akan mati dalam empat hari dan bahan insektisida buatan siswa SMAN 1 Kudus itu juga tidak berbahaya bagi tumbuhan.

"Bahtelitbang tidak berbahaya terhadap lingkungan karena tidak ada residu kimia yang dihasilkan," papar Marsya.

Temuan mereka pernah menjuarai Indonesian Science Project Olimpiade (ISPO) pada bulan Januari 2016 dan menyabet medali emas. Berikutnya mereka akan mengikuti ajang serupa bernama Genius di Amerika Serikat dan bersaing dengan temuan siswa-siswa lain dari 25 negara.

"Berangkat Juni besok (ke Amerika). Kita ingin menunjukkan kalau kita punya produk ini," pungkas Marsya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Tengah, Tegoeh Wynarno, mengatakan temuan tiga siswa itu sangat inovatif dan juga mengingatkan dengan cara tradisional petani jaman dahulu yang menabur bawang untuk mengusir hama.

"Zaman dulu namanya sambetan, menabur bawang di sawah, Dulu simbah pakai turi, kunyit yang dilarutkan air," kata Tegoeh.

Pihak Balitbang berharap segera dilakukan analisis terhadap temuan itu dan bisa dikomersilkan. Tegoeh menegaskan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap inovasi-inovasi yang bermanfaat.

 

Peneliti UGM Sukses Membuat Obat Antinyamuk dari Melon

Halaman: 
Penulis : Riana