logo


Lele Burma, Strain Baru Si Ikan Berkumis

Burma lebih tahan banting pada kondisi ekstrim sekalipun dan FCR nya 0,8 1

31 Oktober 2014 10:39 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jika beberapa waktu lalu sempat tren budidaya lele Masamo, saat ini mulai banyak petani beralih membudidayakan strain lele baru bernama lele Burma yang memiliki kelebihan dari segi ketahanan dibanding lele jenis lain.

Salah satu pembudidaya Lele asal Pasuruan, Jawa Timur yang cukup sukses mengembangkan Lele Burma adalah Abdul Chafid. Tren Lele Burma menurut Chafid populer setelah Masamo. Ia bersama tim Masamo awalnya mencoba menyilangkan Clarias gariepinus dari Belanda (ex universitas Brawijaya, Malang) dengan Clarias gariepinus dari hatchery Namsay di Thailand yang didatangkan pada tahun 2009. Setelah melakukan trial kurang lebih 2-3 tahun ternyata hasilnya bagus, kemudian lele jenis baru tersebut diberi nama Burma.

Dikatakan Chafid, salah satu keunggulan Burma dibanding lele lainnya adalah masa panen benih Lele Burma sekitar 45 hari s/d 2 bulan, dan FCR (feed convertion ratio)  atau perbandingan antara pakan dan bobot ikan Lele Burma sekitar 0,8 – 1, berbeda dengan jenis Lele lainnya yang memiliki FCR biasa di atas 1.


KKP: Asuransi Pembudidaya Lindungi Saat Bencana Alam

“Menurut saya Burma ini lebih tahan banting pada kondisi ekstrim sekalipun, selain itu kan biasanya Lele itu FCR-nya masih di atas 1, perbandingan antara pakan dan bobot ikan itu kan rata-rata di atas 1. Nah Burma ini sudah di bawah 1, yaitu sekitar 0,8 s/d 1. Kalau di atas 1 kita otomatis rugi, dan kalau di angka 1 maka kita sudah untung. Kita hitung saja harga pakan sekarang sekitar Rp 9 ribu/kg sementara harga konsumsi Rp 14 ribu/kg, nah kalau FCR 1 : 1 itu ada selisih? Kalau kita punya lele 4 ton? Lumayan untung kan?” terang Chafid tersenyum.

Salah satu faktor penghambat dalam budidaya Lele Burma adalah faktor cuaca, apalagi jika terjadi hujan terus-menerus. Lele Burma dapat berkembang dengan baik dalam kondisi suhu air kolam antara 25 hingga 28 °Celcius, serta pH sekitar 7. Di bawah atau di atas suhu tersebut perkembangan Lele cukup lambat.

“Risiko budidaya Lele Burma ini paling fatal adalah mati. Karenanya diharapkan para petani mengerti cara budidaya yang baik dan benar. Menurut saya sih poin budidaya yang sukses balik lagi ke feeling masing-masing, karena usaha ini berurusan dengan makhluk hidup, tidak bisa hanya mengandalkan teori buku,” papar Chafid.

.

Siap Beroperasi, Ini Manfaat Embung Pangandaran yang Dibangun KKP

Halaman: 
Penulis : Riana,