logo


Ahok Akui Dilema Lakukan Penggusuran

Ahok juga menampik bahwa unit hunian di rumah susun Marunda banyak yang rusak.

28 April 2016 13:52 WIB

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaj Purnama mengaku dilema melakukan penggusuran di sejumlah pemukiman yang dianggap kumuh. Ia mengatakan perasaan itu muncul bila rumah susun yang dipersiapkan pihaknya tak laik huni bagi warga korban penggusuran.

"Kalau penggusuran tentu kita dilema, penggusuran ini kan relokasi, saya kalau mindahkan warga ke tempat kurang enak saya dilema," kata Ahok di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (28/4).

Namun demikian, dia mengklaim bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi warga korban penggusuran ke rumah susun tidak layak huni. Menurutnya, warga direlokasi ke tempat yang laik huni dan diberikan berbagai fasilitas bagi korban penggusuran.


Ahok Masuk BUMN, PKS: Ada Kesan Pemaksaan dan Pembenaran

"Anak-anaknya dapat KJS dan KJP, kita juga kasih bus sekolah, kita tungguin dokternya, ada perpustakaan, kita sediakan ruang laktasi, ada taman juta jadi keamanan anak-anak terjamin. Enggak ada lagi tuh anak-anak kelindes truk sudah hampir enggak ada. Kalau dulu yang tinggal di rumah padat rata-rata kelindes truk," katanya.

Lebih jauh bekas Bupati Belitung Timur itu tak menampik bahwa unit hunian di rumah susun Marunda banyak yang rusak. Sebab menurutnya, rusun tersebut merupakan proyek lama pemerintah daerah. Namun demikian dia membantah bahwa rusun tersebut tidak laik huni.

"Marunda itu proyek lama yang kurang baik nah skrg kita terus perbaiki, kamu kalau punya rumah bikin rumah baru kadang-kadang juga bisa rusak, tapi minimal kita syukuri walaupun rusak itu bukan beban biaya Anda yang perbaiki. Kami yang akan (perbaiki)," kata Ahok.

Bantu Warga Korban Penggusuran di Sunter, PSI Lakukan Aksi Ini

Halaman: 
Penulis : Yunisa Herawati, Syukron Fadillah