logo


Inilah Cara Merakit Akuaponik Bioflok

Teknologi akuaponik bioflok di gadang-gadang dapat meningkatkan produksi ikan lele hingga 10 kali lipat

26 April 2016 14:47 WIB

Teknik akuaponik dan bioflok.
Teknik akuaponik dan bioflok. jatengprov.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Segala cara ditempuh oleh para pembudidaya lele untuk bisa mendongkrak hasil produksi, salah satu cara terbaru ialah dengan menggunakan teknologi akuaponik bioflok temuan Nur Bambang Priyo Utomo, periset dari Seamo Biotrop. Teknologi akuaponik bioflok di gadang-gadang dapat meningkatkan produksi ikan lele hingga 10 kali lipat.

“Kepadatan yang tepat untuk mempertahankan keseimbangan komposisi serapan bioflok dan tanaman yang pas yakni pada kisaran 500 – 900 ekor per m²,” kata Bambang.

Berikut cara merakit akuaponik bioflok yang disarankan oleh Bambang, pertama isi kolam akuaponik dengan air setinggi 80-100 cm. Kemudian pada hari ke 2 masukan 5 ml probiotik atau bakteri nonpatogen seperti Bacillus sp, Lactobacillus sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp per m³. Pada hari ke 3 masukan probiotik sebagai pakan bakteri yaitu molase 250 ml per m³ untuk memperbanyak bakteri.


Kelompok Pakan Ikan di Probolinggo Berhasil Kembangkan Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal

Ketika malam hari tambahkan 150-200 gram dolomite per m³. Larutkan dolomite dalam segelas air, aduk dan saring. Hasil saringan itu dimasukan ke dalam kolam. Selanjutnya diamkan air yang ada di media selama 7-10 hari agar mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik. Ketika media didiamkan, sayuran sudah boleh ditanam.

Setelah 10 hari pilih benih lele yang berasal dari induk unggulan dan sehat ditandai dengan gerakan yang aktif. Ukuran dan warna seragam, organ tubuh lengkap serta bentuk proporsional dengan ukuran 4-7 cm. sebaiknya pakan difermentasi dengan probiotik terlebih dahulu. Caranya dengan menambahkan 2-4 ml probiotik per kilogram pakan, biarkan selama 2-7 hari dalam tempat oksigen terbatas atau anaerob.

Gunakan pakan yang berkualitas baik, sesuaikan ukuran pakan dengan lebar bukaan mulut ikan. Pakan dapat diberikan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Pemberian pakan 3% bobot total lele. Sepekan sekali ikan dipuasakan atau tanpa pemberian pakan untuk memaksimalkan metabolism. Pada hari ke 40 pasca tebar, petani dapat panen lele sekaligus sayuran.

 

Era Industri 4.0, KKP Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Agung Rahmadsyah