logo


Indo Pizza Spinning, Melewati Batas Nalar Pizza dengan Akrobat

Atraksinya bisa dilihat di Taman Surapati setiap hari rabu malam sekitar pukul 22.00 hingga larut malam

25 April 2016 12:36 WIB

Komunitas spinning pizza.
Komunitas spinning pizza. facebook

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Siapapun bisa jatuh cinta dengan pekerjaannya secara tidak sengaja, hal inilah yang terjadi pada pria bernama Agung, pendiri komunitas Indonesia Spinning Pizza. Pada awalnya karena tuntutan profesi, dirinya diminta oleh sang pemilik resto untuk melakukan juggling pizza atau gaya akrobatik pembuat pizza dalam melebarkan adonan yang diperagakan untuk menghibur pengunjung yang datang, dengan hanya bermodalkan tutorial dengan menonton sebuah video.

Lambat laut, ia pun akhirnya mahir sekaligus jatuh hati pada aktifitas ini hingga akhirnya memutuskan untuk menggagas ide mendirikan sebuah komunitas pada tahun 2008, yang awalnya bernama Indonesia Pizza Team, dengan mengajak dua orang temannya yakni Eril dan Malih, namun di tahun 2010 lalu, mereka sepakat untuk mengubah nama komunitas menjadi Indonesia Pizza Spinning. Mereka berpendapat, pada waktu itu belum ada satu pun komunitas seperti ini hadir di Indonesia.

"Di beberapa negara luar, sudah banyak yang seperti ini tapi pada waktu itu di Indonesia belum ada, dan kami merasa menjadi pioneer," ucap Agung kepada Jitunews saat ditemui dikawasan Bangka, Jakarta Selatan.


Semarak Anniversary 1st Truck Lover Plat AD di Asrama Yonif 413 Kostrad

Untuk tempat latihan bareng, akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil lokasi di Taman Surapati, yang dilakukan setiap hari rabu malam sekitar jam 22.00 hingga larut malam. Total hingga saat ini Agung menginfokan telah ada sekitar 100 anggota yang tergabung, dengan anggota aktifnya berjumlah 25-30an orang. Menurutnya untuk bergabung menjadi anggota tidaklah sulit. Siapapun bisa saja ikut bergabung.

"Tidak ada paksaan, kalau ada yang tertarik dan serius mau gabung monggo silahkan, kami akan menyambut dengan tangan terbuka," ujarnya.

Menurutnya, anggota yang baru bergabung pertama kali akan dibekali teknik dasar. Latihannya pun tidak langsung dengan adonan pizza, namun dengan sebuah handuk yang telah dimodifikasi hingga berbentuk bulat, dan harus dalam keadaan basah, agar lebih terasa berat.

"Fungsinya biar ngelemesin pergelangan tangan agar tidak kaku." 

Sedangkan saat menjelang show, mereka akan latihan dengan adonan pizza asli yang telah dicampur dengan banyak garam agar tekstur adonan tidak mudah robek dan lebih lentur.

Agung pun mengungkapkan untuk menguasai tiga teknik dasar yakni Throwing atau melempar, Twiller yakni menarik dan spinning alias memutar, tidaklah memerlukan waktu yang lama untuk menguasainya, yakni hanya sekitar satu minggu saja. Selanjutnya jika sudah lihai, para anggota mulai mempelajari teknik combo, yakni kombinasi gerakan berunsur akrobatik dan kreografi, sehingga gerakannya semakin atraktif dan sarat hiburan.

Komunitas ini, lanjutnya telah mengikuti serangkaian kompetisi, salah satunya keluar sebagai Runner Up di US Pizza Team yang digelar secara online dan di undang diberbagai kesempatan. Dirinya juga berharap, komunitas ini lebih dikenal oleh masyarakat dan para anggotanya bisa mengikuti kejuaran akrobatik pizza tingkat dunia, yakni "Wall Pizza Game" yang diselenggarakan di Italia. Namun sayangnya, mimpinya tersebut belum bisa terlaksana karena terganjal oleh biaya.

"Saya berharap suatu saat nanti ada perusahaan yang mau kasih support dengan menjadi sponsor kami," ujarnya menutup perbincangan.

Semarak Farewell Solo Beauty Muslimah 2017 bersama JCI Solo

Halaman: 
Penulis : Hartati, Agung Rahmadsyah