logo


Penggusuran Pulomas untuk Persiapan ASEAN Games

Ahok bilang, kalau terlambat memindahkan, ada konsekuensi karena terlambat membuat persiapan ASEAN Games.

20 April 2016 11:19 WIB

Eskavator merobohkan bangunan di pemukiman yang berada di sekitar Pacuan Kuda Pulomas.
Eskavator merobohkan bangunan di pemukiman yang berada di sekitar Pacuan Kuda Pulomas. JITUNEWS/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengaku bahwa penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di permukiman Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, merupakan bagian rencana persiapan menghadapi ASEAN Games 2018.

Oleh sebab itu, Ahok mengatakan, pihaknya 'kebut' merelokasi warga permukiman ke rumah susun (rusun) yang telah disediakan. Yaitu rusun Pulo Gebang dan rusun Pinus Elok.

"Memang rusunnya tidak sebagus yang baru, karena itu rusun lama tapi apa boleh buat kami enggak ada pilihan. Kalau kita terlambat memindahkan ada konsekuensi karena terlambat membuat persiapan ASEAN Games," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (20/4).


Amankan Wanita Bawa Anjing ke Masjid, Polisi: Keterangannya Berubah-ubah

Bekas Bupati Belitung Timur itu mengaku rusun yang disediakan Pemprov DKI Jakarta memang tak sesuai dengan harapan warga. Namun demikian, dirinya berjanji bakal membangun rusun yang laik huni agar warga Pacuan Kuda Pulomas betah menempati rusun tersebut.

"Yang tergusur pasti dapat rusun, tapi (yang digusur) ini kan agak menengah. Mereka merasa rusunnya kurang bagus. Ya susah. Rusun bagus kan baru kita bikin, baru mulai," ujarnya.

Jadi Korban Penggusuran, Warga Sunter Ingatkan Anies Baswedan Saat Kampanye, "Katanya Dulu Tak Ada Penggusuran?"

Halaman: 
Penulis : Yunisa Herawati, Deni Muhtarudin