logo


Kapasitas Kilang Pertamina Jauh Tertinggal dengan Singapura

Pertamina tengah mengebut pembangunan baik kilang penyimpanan maupun kilang pengolahan.

19 April 2016 17:54 WIB

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. JITUNEWS/Bayu Erlangga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapasitas kilang yang dimiliki PT Pertamina (Persero) masih kalah dengan kapasitas kilang yang ada di Singapura.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, kebutuhan minyak nasional saat ini sekitar 1,5 juta barel, sementara kemampuan kapasitas kilang Pertamina hanya 850 juta barel per hari (bph).

"Dan kalau kita lihat dari sisi kapasitas, bahwa Indonesia dengan demand 1,5 juta, kemampuan kilang kita 850 ribu barel per hari. Jadi ada sekitar minus 34 persen," kata Dwi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI, di Gedung DPR MPR, Jakarta, Senayan, Selasa (19/4).


Sukseskan Vaksinasi Covid-19, Pertamina Raih Penghargaan dari Wali Kota Jakarta Utara

Sementara itu, dibandingkan dengan Singapura, kapasitas kilang dalam negeri masih sangat jauh. Saat kebutuhan minyak di Singapura hanya 148 ribu barel per hari kapasitas kilangnya 1,3 juta. Justru surplus sekitar 834%.

"Sedangkan tetangga kita Singapura dengan demand‎ 148 ribu barel per hari. Mereka memiliki kapasitas kilangnya 1,3 juta barel per hari," sebut dia.

Atas dasar itu, Dwi mengaku, Pertamina tengah mengebut pembangunan baik kilang penyimpanan maupun kilang pengolahan untuk meningkatkan kapasitas minyak mentah dan produk BBM dalam negeri.

Sebarkan Kebaikan di Tengah Pandemi, Pertamina Beri Santunan 2 Yayasan

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah