logo


Jangan Remehkan Gigitan Ular, Ini Saran Dokter Ahli

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan gigitan ular berbisa dapat menyebabkan kelumpuhan parah

18 April 2016 16:45 WIB

 Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ular adalah salah satu hewan yang ditakuti oleh manusia, apalagi bila ular itu mengandung bisa mematikan. Contoh nyata dialami pedangdut Irma Bule beberapa waktu lalu. Irma mengalami nasib yang nahas, ia digigit ular saat manggung pada pesta pernikahan di Desa Lemahabang, Kecamatan Wadas Karawang, Minggu (3/4).

Ular jenis king cobra yang diajak menari oleh Irma itu secara tiba-tiba mengigit bagian pahanya. Meski sempat dibawa ke RSUD Karawang, Irma meninggal dunia karena tidak sempat tertangani oleh dokter RSUD.

Pengalaman Irma Bule tadi bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak meremehkan gigitan ular berbisa. Sebab jika tidak ditangani dengan tepat atau bila korban terlambat mendapat penanganan maka bisa berujung kematian. Mengapa bisa demikian?


Jurus Jitu Menanam Cabai dalam Polybag

Dituturkan dr Fajar Putra dari RSUD Hanafiah Batusangkar, Sumatra Barat, jika gigitan ular berbisa didiamkan saja maka bisa akan masuk ke aliran darah. Selanjutnya, darah yang tercampur bisa itu akan mengalir ke otak. Nah, inilah yang kemudian bisa mengakibatkan kematian.

"Kalau sudah sampai ke darah seperti itu, kembali lagi pada kecepatan penanganan medis itu sendiri atau seberapa cepat bisa itu bereaksi pada tubuh," ujar dr Fajar, seperti dikutip dari detikHealth.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan gigitan ular berbisa dapat menyebabkan kelumpuhan parah. Selanjutnya, korban akan sulit bernapas, mengalami perdarahan fatal, serta kegagalan ginjal. Selain itu bisa menyebabkan kerusakan jaringan lokal yang parah sehingga memicu terjadinya kelumpuhan permanen dan bahkan membutuhkan proses amputasi.

Untuk itu, penanganan gigitan ular berbisa dan yang tidak pasti berbeda. Perlu diperhatikan, jika gigitan ular meninggalkan bekas taring dan rasa nyeri, maka ular yang mengigit merupakan ular berbisa. Selain itu kerap disertai perubahan warna pada lokasi gigitan setelah beberapa saat.

"Bersihkan bekas gigitan, berikan obat luka, lalu ikat bagian atas dari luka gigit. Setelah selesai, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan cairan anti-bisa," saran dr Fajar terkait penanganan gigitan ular berbisa.

Sementara untuk menangani gigitan ular yang tidak berbisa, menurut dr Fajar cukup dengan membersihkan lukanya saja. Setelah itu bisa dioleskan antiseptik yang biasa digunakan untuk mengobati luka kecil.

"Kalau gigitan ularnya cukup parah, langsung dibawa ke rumah sakit atau klinik. Kalaupun harus dijahit, paling akan mendapatkan satu dua jahitan saja," pungkas dr Fajar.

Cek! Ini Jurus Jitu Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih

Halaman: 
Penulis : Riana