logo


Teknik Jitu Budidaya Gurami Bebi

Ikan yang dipanen ukuran 250-300 gram itu pun laris manis di pesan pengusaha restoran

30 Oktober 2014 09:04 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Jika biasanya gurami dipanen ukuran 1 kg, lain halnya dengan Gurami Bebi yang bisa dipanen dalam waktu lebih cepat yakni selama 3-4 bulan saja. Ikan yang dipanen ukuran 250-300 gram itu pun laris manis di pesan pengusaha restoran. Nah bagaimana teknik budidaya Gurame Bebi atau Gurami anakan ini?

Budidaya ikan Gurami Bebi baik dilakukan di daerah dengan ketinggian 400-600 mdpl dengan pH air 7-9 suhu lingkungan 25-30 oC. Meski  ikan Gurami bisa hidup di air tergenang, namun usahakan ada aliran air masuk dan keluar kolam agar sirkulasi oksigen terpenuhi dan kotoran terbuang keluar.

Persiapan Kolam. Proses awal budidaya ikan dimulai dengan persiapan kolam dengan cara mengeringkan kolam lalu diberi taburan kapur tohor sebanyak 1 karung (20 kg) yang didiamkan selama 2 hari yang berfungsi menstabilkan tingkat keasaman tanah. Setelah itu kolam ditebar 10 kg garam lalu diamkan selama 3 hari untuk mengusir organisme merugikan seperti keong, gabus dll. Lanjutkan dengan penebaran kotoran ayam sebanyak 1 karung atau 20 kg dan  kolam langsung dialiri air dan kembali diamkan selama 3 hari untuk menumbuhkan plankton dalam kolam.


KKP Catat Potensi Ekspor Perikanan USD 42,62 Juta di JISTE

Setelah persiapan kolam tersebut, barulah bibit ikan siap ditabur. Jika menggunakan kolam tanah pilih kolam dengan tanah berporos/berpori-pori supaya dapat menahan massa air yang besar. Untuk kolam 250 m2 dengan kedalaman 80-100 cm bisa diisi dengan tinggi air 50 cm. Agar ada perputaran air buat saluran masuk dan keluar air di sisi kolam yang besebrangan.

Agar waktu budidaya lebih cepat, tebar bibit ikan ukuran 3 jari atau 1 kg isi 6-7 ekor. Dalam kolam ukuran 250 m2, bisa menampung hingga 200 kg bibit ikan gurami.

Pemeliharaan. Selama pemeliharaan 3-4 bulan, berikan pakan berupa pelet pabrikan sebanyak 2% dari masa bobot ikan dalam kolam atau sekitar 4 kg tiap hari.  Selanjutnya supaya pertumbuhan  ikan lebih cepat, sebelum pakan diberikan dicampur lebih dulu dengan 12 tutup botol Raja Grameh dan 4 tutup botol SPF serta 2 liter air dengan pola pemberian pakan 2 kg pada pagi dan 2 kg di malam hari. Karena gurami termasuk ikan herbivora, maka bisa diberikan pakan tambahan berupa dedaunan seperti daun Sente (seperti daun talas) 100 daun tiap harinya.

 Adapun penyakit yang kerap menyerang gurami adalah bercak di badan, jamur dan mata bengkak. Hal tersebut bisa diatasi dengan penaburan cacahan daun pepaya, jantung pisang atau batang pisang. Pada serangan parah, ikan dipisahkan dari kolam lalu diberi larutan air garam.

Pembersihan kolam perlu dilakukan setelah 2-3 kali periode atau 6-9 bulan sekali di mana kolam ditaburi 10 kg/kolam garam perikanan guna mencegah sumber penyakit.

Panen. Gurami Bebi (ukuran 250-300 gram) bisa dipanen 3-4 bulan sedangkan Memi ukuran 500-600 gram dan Pepi 800-1.000 kg yang dipanen paling lama 1 tahun.

Proses panen dilakukan dengan mengurangi sebagian air kolam lalu ditebar jaring yang ditarik ke salah satu bagian tepi kolam. Masukkan ikan hasil panen dalam tong ukuran besar yang mampu menampung  50 kg Bebi Gurami dan 25 kg gurami yang ukurannya lebih besar.

KKP Bangun Pasar Ikan Modern Ketiga di Palembang

Halaman: 
Penulis : Riana,