logo


FITRA: Studi Banding MKD Hanya Habiskan Uang Negara Saja

Menurut FITRA, rencana MKD yang akan studi banding itu hanya sebagai topeng untuk menghabiskan uang rakyat.

18 April 2016 10:25 WIB

Koordinator Forum Indonesia Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi. (Ist)
Koordinator Forum Indonesia Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang akan melakukan Studi Banding ke Inggris pada akhir bulan April 2016 mendatang,  mendapat tanggapan miring dari Koordinator Forum Indonesia Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi.

"Itu pemborosan anggaran Negara. Kerja belum bagus malah plesiran," ujar Agus kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/4).

Ia menilai, rencana MKD yang akan studi banding itu hanya sebagai topeng untuk menghabiskan uang rakyat, karena berdasarkan catatan yang dimiliki Fitra, tidak pernah ada hasil yang memuaskan setiap MKD melakukan studi banding.


Prabowo Didorong Jadi Capres, Gerindra Jawab soal Cawapres

"Gak perlu studi banding ke Inggris, 2012 pernah ke Turki juga enggak ada hasilnya," ungkap Agus.

Dalam hal ini, Agus menyarankan, lebih baik MKD membenahi kinerjanya terlebih dahulu agar lebih baik kedepannya. Menurutnya, salah satunya bisa dengan menghadirkan anggota independen yang berfungsi sebagai penyeimbang di MKD.

"MKD kurang progresif, bagusnya ada anggota independen dari luar sebagai penyeimbang," tuturnya.

Saat disinggung apakah MKD melakukan studi banding ke Inggris relevan dengan sistem hukum Indonesia, ia menambahkan bahwa hal itu sama sekali tidak relevan.

"Gak sampai kesitu sih, kalau kode etik dulu mereka pernah ke Yunani kok. Gak ada dampak untuk perbaikan MKD," ujarnya.

Demokrat Ungkap Pengumuman soal Koalisi Kemungkinan Disampaikan Akhir Tahun atau Awal Tahun Depan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Deni Muhtarudin