logo


Komunitas Pecinta Tanaman Jahe Vertikultur

Di KTJO pola tanam jahe yang dilakukan dengan cara vertikultur intensif

29 Oktober 2014 10:12 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Siapa yang tak tahu tanaman Jahe, selain memiliki khasiat untuk kesehatan biasanya tanaman Jahe digunakan sebagai rempah penyedap masakan. Saat ini, konsumsi Jahe yang terus meningkat membuat sebagian masyarakat mulai serius menekuni pembudidayaan tanaman Jahe sebagai peluang bisnis.

Bila anda tertarik mulai menanam Jahe, sebaiknya anda perlu mengetahui beberapa tips jitu menanam Jahe sehingga tanaman Jahe anda dapat tumbuh dengan maksimal. Untuk mengetahuinya disarankan anda mengikuti komunitas penanam Jahe.

Tepatnya di Desa Larangan Kabupaten Brebes, disana masyarakatnya membentuk komunitas penggemar Jahe vertikultura dengan nama Kelompok Tani Jahe Organik (KTJO). saat ini jumlah anggota komunitas sudah mencapai 80 orang dari awal mula terbentuknya yang hanya 19 orang.


Gak Punya Kebun buat Salurkan Hobi? Yuk Gabung Komunitas Ini...

Di KTJO, anda akan mendapatkan pelatihan menanam Jahe agar kualitas tanaman Jahe anda dapat tumbuh maksimal. Dalam pelatihannya, KT JO menggandeng Asosiasi Petani dan Produsen Jahe (APPJI). Biasanya pelatihan dilakukan setiap bulan di minggu ketiga.

Tak seperti kebanyakan cara menanam Jahe yang dilakukan secara konvensional, yang menarik di KTJO adalah pola tanam yang dilakukan dengan cara vertikultur intensif dengan menggunakan media tanam organik berbungkus karung plastik.

"Dengan cara tersebut produksi panen bisa meningkat hingga 30 persen untuk jahe kualitas 1 dan 3. Sementara untuk jahe kualitas 2 peningkatannya bisa mencapai 50 persen," ujar ketua kelompok KTJO, Kuswandi seperti dikutip Jitunews.com.

Selain meningkatkan produktivitas tanam, pola vertikultur juga dapat menghemat biaya tanam. Pasalnya dengan pola itu, lahan yang digunakan tak perlu luas. Dan yang terpenting adalah pekarang anda akan terlihat lebih indah.

Jika anda berminat masuk keanggotaan KTJO, anda juga akan mendapatkan kesempatan untuk berkunjung langsung ke kebun jahe. Di sana anda akan langsung dilatih bagaimana cara pemotongan bibit yang baik, persemaian bibit, membuat bokasi, membuat arang sekam, dan dilatih cara pembiakan bibit.

Untuk diketahui, vertikultur diambil dari istilah verticulture dalam bahasa lnggris yang artinya sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Teknik Vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang ke arah vertical.

Dengan demikian penanaman dengan system vertikultur dapat dijadikan alternative bagi masyarakat yang tinggal di kota maupun di desa  yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman.

Cara bercocok tanam secara vertikultur ini sebenarnya sama saja dengan bercocok tanam di kebun atau di sawah. Perbedaannya terletak pada lahan yang digunakan. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman. Dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman.

Vicky Anggriawan

Yuk Intip Serunya Kegiatan Penggemar Si Kumis...

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,