logo


Berdasarkan Data WHO, Penyakit Kardiovaskular Penyebab Kematian Nomor Satu

Pada tahun 2012 sekitar 17.5 juta orang di dunia meninggal dunia karena penyakit ini

15 April 2016 19:20 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyakit kardiovaskular dapat menyerang siapapun baik pria maupun wanita tergantung dengan gaya hidup seseorang yakni merokok, kelebihan berat badan, kurang berolahraga, tekanan darah tinggi dan diabetes. Namun, beberapa faktor risiko yang tidak dapat dihindari diantaranya yaitu riwayat penyakit kardiovaskular dalam keluarga, pernah mengalami penyakit aterosklerotik (serangan jantung, angina, stroke, penyakit arteri perifer), gender (penyakit kardiovaskular lebih sering terjadi para pria dibandingkan wanita hingga usia lanjut, saat kemungkinan terjadinya pada pria dan wanita menjadi sama), usia lanjut serta etnik (orang Indo-Asia lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular).

Diungkapkan oleh Scientific Committee ASMIHA 2016, dr.Basuni Radi, PhD, FIHA, FasCC, Data WHO saat ini menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu secara global, yaitu sebagai penyebab 31% kematian. Pada tahun 2012 sekitar 17.5 juta orang di dunia meninggal dunia karena penyakit kardiovakular ini, yang terdiri dari 42% kematian karena penyakit jantung koroner, dan 38% karena stroke. Di Indonesia, prevalensi penyakit jantung koroner berdasarkan diagnosis dokter dan gejala sekitar 1,5%, gagal jantung 0,3%, sedangkan prevalensi stroke berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala sebesar 1,2%.

“Banyak inovasi baru sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan efektifitas tindakan atau pengobatan penyakit jantung, mempermudah pelaksanaannya dan mengharapkan hasil yang lebih baik. Misalnya dalam bidang intervensi non bedah, dilakukannya cara intervensi kelainan struktural jantung tanpa tindakan bedah, padahal sebelumnya harus dengan tindakan bedah, seperti perbaikan katup jantung tanpa bedah, koreksi kelainan bawaan jantung tanpa bedah. Penggunaan stent pembuluh darah yang lebih tahan terhadap restenosis (penyempitan ulang),"jelasnya.


Ramai Beredar Air Kelapa Campur Jeruk Nipis Basmi Corona, Ini Faktanya

Dalam bidang diagnostik, dipergunakannya alat-alat diagnostik yang dapat menunjukkan kelainan secara lebih spesifik, tiga dimensi, dan penggunaannya lebih mudah dan portabel. Dalam bidang aritmia, dipergunakannya pacu jantung yang ditanam tanpa kabel (leadless pacemaker), cara mendeteksi kelainan atau intervensi gangguan irama dengan lebih canggih sehingg diagnostik lebih akurat dan intervensi lebih cepat.

“Dalam bidang pengobatan, penelitian-penelitian berkembang untuk pemakaian obat pengencer darah yang efektif, mencegah penyumbatan ulang pada pembuluh darah tetapi dengan risiko perdarahan yang minimal. Dalam pengobatan gagal jantung, ditelitinya obat-obat yang selain dapat menghilangkan gejala-gejala lebih cepat, juga dapat memperpanjang umur penderita,” tutupnya.

Ramai Beredar Minum Minyak Kayu Putih Tangkal Corona, Dokter Ini Ungkap Faktanya

Halaman: 
Penulis : Suciati, Agung Rahmadsyah