logo


Kendala yang Mendera Pertanian Hidroponik di Rusun Marunda

Khusus untuk pertanian hidroponik, Easter mengandalkan ramuan herbal untuk mengusir hama berupa 1 siung bawang putih yang di haluskan dan dicampur air secukupnya

15 April 2016 15:29 WIB

Easter warga rumah susun (rusun) Marunda, Jakarta Utara, yang tergabung dalam Kelompok Tani Rusunawa Marunda RW 10 Cluster A. (Jitunews/Aditya Kurniawan)
Easter warga rumah susun (rusun) Marunda, Jakarta Utara, yang tergabung dalam Kelompok Tani Rusunawa Marunda RW 10 Cluster A. (Jitunews/Aditya Kurniawan)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Meski telah menganut sistem pertanian modern, yakni hidroponik dalam green house, Easter warga rumah susun (rusun) Marunda, Jakarta Utara, yang tergabung dalam Kelompok Tani Rusunawa Marunda RW 10 Cluster A, masih kerap menjumpai hama dan penyakit yang menyerang tanaman hidroponiknya.

Easter berujar, hama penyakit yang sering menyerang sayuran hidroponik maupun tanaman konvensionalnya mirip dengan hama penyakit yang menyerang tanaman di dataran tinggin namun sifatnya lebih “kalem” karena tidak begitu mematikan seperti pertanian pedesaan. 

Ketika musim pancaroba, hama yang sering hinggap yakni belalang, ulat dan kupu-kupu. Tak pelak Easter pun harus tanggap untuk mengusirnya.


Hidroponik Rusun Marunda: Bertani di Tengah Keterbatasan

“Kalau belalang itu hinggap tidak memakan daun, cuma menghisap klorofil daun. Sehingga daun menjadi kekuningan. Paling bahaya itu ulat yang bisa menggerogoti daun sayuran dan hanya menyisakan batang,” ucap Easter kepada JITUNEWS.COM beberapa waktu lalu.

Selain serangga, hama tikus juga merupakan momok yang mengerikan bagi Easter karena merupakan hama yang paling sering menyerang tanaman sayur konvensional.

Bedanya dengan sayuran hidroponik dalam green house, kata Easter, rasa sayuran yang berada di lahan konvensional memiliki rasa yang lebih enak.

“Di lahan konvensional saya menanam terong. Kata konsumen, terong produksi sini lebih manis daripada terong yang dijual di pasar. Mungkin karena lebih enak, jadi tikus sering memakannya,” tutur Easter.

Khusus untuk pertanian hidroponik, Easter mengandalkan ramuan herbal untuk mengusir hama berupa 1 siung bawang putih yang di haluskan dan dicampur air secukupnya. Formula tersebut lantas disemprotkan ke daun sayuran, tak lain untuk meredam persebaran hama.

“Kalau untuk hama tikus saya sekarang coba pagari saja. Selain hama juga ada penyakit berupa bitnik-bintik putih, itu juga bisa disembuhkan pakai formulasi bawang putih. Karena pertanian disini organik jadi cara mengatasi hama dan penyakitnya pun harus organik,” pungkas Easter.

Bupati Sragen Ajak Warga Bercocok Tanam di Halaman Rumah

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Riana
 
×
×