logo


YLKI Tuding Perbankan RI Jadi Sumber Masalah di Industri Properti

Dari hasil penelitian, bank tidak memberikan akses informasi & edukasi yang cukup kepada konsumen.

14 April 2016 18:21 WIB

Ilustrasi industri properti. (net)
Ilustrasi industri properti. (net)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuding, sektor perbankan Indonesia menjadi sumber permasalahan di industri properti. Pasalnya, banyak kerugian yang dialami konsumen dalam pengajuan Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

Peneliti Koalisi Atas Responsi Bank YLKI, Sularsi mengatakan, dari hasil penelitian pada triwulan I 2016, bank tidak memberikan akses informasi dan edukasi yang cukup kepada konsumen dalam melakukan penawaran produk KPR.

"Selama ini pihak bank selalu lepas tangan dengan prestasi yang dilakukan developer manakala dalam berbagai bentuk, mulai dari gagal bangun, status tanah dan bangunan yang bermasalah, dan tidak ada kepastian refund," ujar Sularsi dalam acara diskusi hasil studi kasus 'Kebijakan dan Praktik Perbankan di Indonesia: Kajian Penyaluran KPR Terkait Prinsip Perlindungan Konsumen' di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/4).


BRI Akuisisi Pegadaian, Faisal Basri Sebut Karena Ingin Masuk Fortune Global

Selain itu, jumlah backlog perumahan di Indonesia yang mencapai 13,5 juta unit rumah pada 2014 tidak diimbangi dengan pasokan yang hanya sebesar 400 ribu unit per tahun. Ketimpangan suplai itu menyebabkan harga rumah di Indonesia melambung tinggi dan tidak terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Keterlibatan pihak ketiga dalam hal ini bank sangat diperlukan melalui KPR, tapi ini belum jelas," ucap Sularsi.

Sularsi menambahkan, keterlibatan bank dalam penyediaan properti ternyata tidak menjamin proses penyediaan rumah dan KPR bebas masalah. Apalagi, selama penelitiannya masalah Perjanjian Kerja Sama (PKS) tidak memberikan perlindungan konsumen.

"Adanya pembatasan pemilihan produk, kurangnya koordinasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dalam praktik lapangan," ungkapnya.

Permudah Akses Layanan Kredit UMKM, bjb Luncurkan Aplikasi bjb Laku

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Deni Muhtarudin