logo


Mudahnya Menanam Mint dalam Pot, Tertarik Coba?

Ismail menjelaskan, daun mint yang dipelihara di pot perlu mendapat paparan sinar matahari cukup, tetapi harus terlindung dari terpaan air hujan.

12 April 2016 14:05 WIB


BOGOR, JITUNEWS.COM - Apakah Anda tahu tanaman atau daun mint? Ya, tanaman penghasil menthol ini biasa ada di permen dan obat batuk. Mint juga sering digunakan dalam industri obat kumur. Sementara untuk di rumah, mint dapat digunakan untuk memberikan perasa pada makanan dan minuman.

Bagi Anda yang tertarik mengebunkan daun mint ini di rumah, Ada beberapa cara yang dapat digunakan, salah satunya dengan menggunakan media pot. 

Salah satu hobiis yang membudidayakan daun mint dalam pot ini adalah Ismail. Pria asal Bogor, Jawa Barat, ini mengaku sudah memelihara daun mint sejak tahun 2015. Tanaman rempah itu kemudian diperbanyak Ismail melalui stek batang.


Dokter Spesialis: Penderita Maag Jangan Makan Nangka!

"Saya suka sekali daun mint untuk memberi citarasa masakan. Dari 1 pot, sekarang saya punya 12 pot," katanya, seperti dikutip laman bebeja.com.

Ismail menuturkan, sebelum melakukan stek batang, ia mempersiapkan media tanam. Media tanam tersebut tidak boleh terlalu basah atau terlalu kering. pasalnya, jika terlalu basah dapat memicu kehadiran cendawan. Sebaliknya, jika terlalu kering akan menghambat pertumbuhan akar.

"Pertumbuhan tanaman akan terganggu dan tanaman bisa mati," ujar Ismail.

Sebab itu, komposisi media tanam yang dipakai adalah kombinasi kompos, sekam, dan pupuk dasar kotoran dengan perbandingan 3:1:1.

"Media tanam itu perlu didiamkan selama 2-3 hari sebelum stek batang ditanam," katanya.

Stek batang yang dilakukan Ismail adalah dengan memotong batang tanaman daun mint dewasa sepanjang 8-10 cm. Ujung salah satu batang itu lantas dioleskan zat perangsang tumbuh berupa Rootone. Biasanya, 8010 hari pascapanen, batang stek bakal layu. Namun, selang 2 pekan, ketika akar terbentuk, tanaman mulai segar.

"Batang yang gagal tumbuh terlihat mengering dan kecokelatan karena tidak mampu membentuk akar," tuturnya.

Ismail menjelaskan, daun mint yang dipelihara di pot perlu mendapat paparan sinar matahari cukup, tetapi harus terlindung dari terpaan air hujan.

"Kalau terlalu panas, batang terbakar dan mengering. Bila terus-menerus terkena hujan, daun akan menghitam dan akar membusuk," kata Ismail.

Sebab itu, Ismail menaruh pot-pot itu di teras rumah.

Untuk perawatan, saat tanaman berumur 60 hari, Ismail memberikan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 0,5 sendok makan per pot plus segelas air mineral pupuk kandang. Pemupukan itu dilakukan setiap 3 pekan.

"Pemupukan tambahan berguna untuk merangsang pertumbuhan daun baru," pungkas Ismail.

Anda tertarik mengikuti jejak Ismail? Semoga informasinya bermanfaat ya!

Bupati Sragen Ajak Warga Bercocok Tanam di Halaman Rumah

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×