logo


Sambut Hari Bumi Sedunia, 12 Orangutan Akan Dilepasliarkan ke Hutan

Rencananya, perjalanan akan menggunakan transportasi darat dan sungai untuk membawa orangutan dari Nyaru Menteng langsung ke Hutan Lindung Bukit Batikap

12 April 2016 12:24 WIB

Orangutan. (Ist)
Orangutan. (Ist)

KALIMANTAN TENGAH, JITUNEWS.COM - Dalam memperingati Hari Bumi Sedunia sekaligus memasuki usia yang ke 25 tahun 2016 ini, Borneo Orangutan Survival Foundation atau Yayasan BOS, bekerjasama dengan BKSDA Kalimantan Tengah akan melepasliarkan 12 orangutan yang dimulai pada hari ini. 

Dikatakan CEO Yayasan BOS, Dr Jamartin Sihite, dalam kesempatan istimewa ini, Yayasan BOS akan melepasliarkan orangutan ke 200 sejak tahun 2012. 

"Masih banyak orangutan yang ada dalam pusat rehabilitasi kami, ada sekitar 500 individu. Sejak September 2015, akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang masif kami menerima 25 orangutan baru, dan kali ini kami melepasliarkan 12 orangutan yang telah direhabilitasi selama lebih dari tujuh tahun," ujar Jamartin, dikutip dari Antara.


Unik, Tim Mahasiswa Ini Ciptakan Parfum dari Feses Domba!

Sementara itu, Manajer Program Nyaru Menteng, Denny Kurniawan, mengatakan pihaknya berusaha keras untuk setiap tahun melepasliarkan orangutan kembali ke habitat alami mereka. 

"Kebakaran hebat yang luas tahun lalu (2015) memaksa kami menerima kembali beberapa orangutan untuk direhabilitasi sampai beberapa tahun ke depan. Kami semua sadar bahwa orangutan adalah milik bangsa, milik kita bersama yang harus dijaga kelestariannya," katanya.

Rencananya, menurut dia, perjalanan akan menggunakan transportasi darat dan sungai untuk membawa orangutan dari Nyaru Menteng langsung ke Hutan Lindung Bukit Batikap. Beratnya perjalanan yang harus ditempuh membuat para orangutan perlu menjalani masa pemulihan sebelum dilepasliarkan. 

"Semoga mereka akan bertahan hidup di tempat barunya, beranak-pinak, dan menciptakan populasi orangutan liar baru, sesuai harapan," ujar Denny.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Nandang Prihadi, pun menyambut baik kegiatan pelepasliaran ini. 

Menurutnya, orangutan merupakan primata yang saat ini populasinya sangat terancam, baik disebabkan karena kehilangan habitat atau akibat ulah manusia yang menangkap, memelihara atau berkonflik dengan spesies ini. 

Sementara itu, dikutip dari Banjarmasin Post, kegiatan pelepasliaran ini juga didukung oleh seluruh masyarakat Murungraya, donor perseorangan, organisasi-organisasi mitra seperti Zoos Victoria, U.S. Fish and Wildlife Service, UNEP-GRASP, the Born Free Foundation dan organisasi konservasi di seluruh dunia yang peduli atas usaha pelestarian orangutan di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, Yayasan BOS juga sangat berterima kasih atas dukungan finansial dan logistik dari sektor swasta seperti First State Investments Indonesia dan P.T. Bumi Barito Mineral (Cokal Ltd.).

"Selain itu, Yayasan BOS juga ingin mengajak kalangan pebisnis secara umum untuk memenuhi tanggung jawab lingkungan mereka dan memastikan tercapainya upaya konservasi dan pelestarian alam di Indonesia," pungkas Monterado Fridman (Agung) Koordinator Divisi Komunikasi dan Edukasi Nyaru Menteng.

 

Wow, Ternyata Anjing Dapat Mengendus Kanker Lho!

Halaman: 
Penulis : Riana