logo


Pemerintah Sederhanakan Izin Usaha Minerba

Penyederhanaan tersebut akan memudahkan pemerintah dalam mengawasi sektor pertambangan

27 Oktober 2014 15:25 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaskan izin usaha mineral dan batu bara dari 56 tahap menjadi 25 tahap. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan investasi di sektor minerba.

"Penyederhanaan ini sebagai upaya reformasi birokrasi di ESDM agar layanan publik menjadi lebih baik dan akan berlaku efektif pada kepemimpinan menteri baru mendatang," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R Sukhyar di Jakarta Senin (27/10)

Menurutnya, penyederhanaan tersebut akan memudahkan pemerintah dalam mengendalikan dan mengawasi sektor pertambangan, atau tidak sebatas membuat peraturan dan menerima laporan. "Selama ini pemerintah sibuk di meja saja karena memeriksa berkas perizinan, ini tidak baik juga. Namun dengan adanya reformasi birokrasi ini, maka nantinya lebih banyak di lapangan untuk melihat fakta yang terjadi," ujar dia.


Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

Sukhyar kemudian menyebut bahwa penyederhanaan izin akan terlihat secara nyata ketika perusahaan tambang memasuki proses ekplorasi karena ada lima tahapan yang dihilangkan Kementerian ESDM. "Salah satu contohnya, biasanya seusai masa eksplorasi selama duta tahun berakhir maka harus mengajukan izin lagi jika belum berhasil. Namun dengan penyederhanaan ini boleh langsung jalan saja, cukup lapor, dan pemerintah tinggal menyesuaikan dengan fakta di lapangan," kata dia.

Kementerian ESDM menyederhanakan tahap perizinan minerba khusus bagian yang menjadi wewenangnya, sementara terkait dengan kementerian lain tetap tidak mengalami perubahan.

 

Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan, Admin