logo


Penikmat Kopi di Indonesia Meningkat Jadi 1,3 Kilo per Kapita

Hilirisasi tidak tumbuh, namun kedai-kedai kopi yang memicu harga kopi meningkat

10 April 2016 17:50 WIB

Ilustrasi kopi.(dok.interscope)
Ilustrasi kopi.(dok.interscope)

JAKARTA, JITUNEWS.COM  - Wakil Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto menegaskan bahwa pertumbuhan konsumsi kopi nasional meningkat dari 0,8 kilogram per kapita menjadi 1,3 kilogram per kapita. 

"Justru hilirisasi industri nggak terlalu tumbuh, dan yang tumbuh pesat adalah di kedai-kedai kopi," ujar Pranoto di Jakarta, Minggu (10/4).

Pertumbuhan konsumsi kopi di negara lain seperti Cina juga sudah mulai meningkat dan dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengekspor kopi ke negara tersebut. Selama ini, sambung Pranoto, ekspor kopi Indonesia yang paling besar yakni ke Amerika Serikat. Apabila 20 persen masyarakat Cina mengkonsumsi kopi, maka sudah dapat mengalahkan pasar Amerika Serikat.

"Pertumbuhan ekspor kopi akan tinggi jika harga naik. Dalam dua pekan terakhir ini harga kopi naik turun," ujar Pranoto.

Harga kopi sempat naik dari 110 dolar AS per ton menjadi 138 dolar AS per ton, namun kembali turun ke angka 125 dolar AS per ton. Pendapatan dari penjualan kopi nasional bisa meningkat 20 persen apabila harga kopi mencapai 1.700 dolar AS per ton. Sementara, produksi kopi pada tahun ini diprediksi masih sama yakni sekitar 600 ribu ton.

|berbagai sumber|


Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

Periode Maret 2018: Harga Menguat, BK CPO Nol, BK Kakao 5%

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya