logo


Jurus Jitu Budidaya Ayam Jamu

Ayam jamu, bukan ayam biasa.

27 Oktober 2014 14:58 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua Kelompok Peternak Berkat Usaha Bersama, Yulius Wahyu Hidayanto mengungkapkan, memelihara ayam jamu sama mudahnya dengan memelihara ayam biasa, hanya berbeda pada jenis pakan dan minumannya saja.

"Kami memberikan jamu-jamuan, satu hari tiga kali," ungkap Yulius kepada wartawan, Lampung.
Sebenarnya, ayam jamu tersebut adalah ayam biasa sejenis broiler yang diberi pakan khusus yaitu jamu. Model berternak seperti ini pun diklaim sehat karena lemak yang terkandung dalam dagingnya rendah dan tidak terpapar residu bahan kimia apapun.

Yulius menjelaskan, jamu-jamuan tersebut diberikan dalam bentuk makanan padat dan minuman. Ia menyebutkan, bahwa beras atau bekatul dicampur dengan sekam, waring ataupun lempuyang. Selain itu, ayam-ayam tersebut juga diberikan minuman berenergi seperti air yang dicampur dengan perasan lempuyang dan sambiloto. Setelah 35 hari, minuman si ayam pun ditambah dengan susu.

"Selama enam tahun kami menjalankan usaha ini, tidak ada ayam yang keracunan dengan pakan ini,"tandas Yulius.
Akan tetapi, Yulius mengingatkan, bahwa volume jamu yang diberikan harus disesuaikan dengan umur si ayam. Jika ayamnya semakin besar, maka pakan dan minuman jamunya pun harus semakin banyak.

Untuk kandangnya, Yulius mengatakan, biasanya dipilih kandang sistem postal atau ruangan tertutup beralaskan tanah dengan lapisan merang atau bahan lain yang bisa menyerap air. Yang pasti menurut Yulius, peternak jangan menggunakan sistem kandang panggung, karena sistem ini akan membuat area kandang menjadi kotor dan tercemar.


Ini Lho Kendala Utama Budidaya Ulat Sutera

Saat ini, pusat peternakan ayam jamu tersebut berada di Desa Yosomulyo, Metro, Lampung. Yulius mengatakan, semua usaha tersebut dilakukan secara swadaya. Para peternaknya pun berasal dari kalangan buruh lepas, pengangguran dan bahkan preman yang akhirnya dibimbing untuk mempelajari usaha peternakan ayam jamu tersebut.

"Semua dilakukan swadaya, tanpa bantuan pemerintah," tutup Yulius.

Duh, Pohon Cendana di Indonesia Terancam Punah

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Riana
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex