logo


Mengenal Sisi Dalam Masyarakat Baduy Lewat Baduy Kembali

Acara Baduy Kembali akan diselenggarakan pada tanggal 6-10 April 2016 di Bentara Budaya Jakarta

7 April 2016 08:17 WIB

Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

JAKARTA, JIITUNEWS.COM - Salah satu komunitas masyarakat sub-etnis Sunda, yang mencuri perhatian karena keberadaannya yang dianggap memiliki keunikan pola isolasi erta adat istiadat yang dipegang teguh adalah suku Baduy, khususnya Baduy dalam.

Perkembangan arus modernisasi yang begitu deras, pun kini mulai merasuki kehidupan suku Baduy luar, hingga hal ini menjadi suatu tantangan dan fenomena menarik untuk di ulik. Dalam hal ini, suku Baduy menjadi cerminan potret kehidupan masyarakat yang telah mengikuti perkembangan arus zaman yang semakin cepat bergerak. Namun, apakah lantas hal ini justru menjadi peluang kemajuan masyarakat Baduy atau memunculkan problematika baru dalam masyarakat Baduy karena dianggap bisa melunturkan akar budayanya kelak?

Maka untuk menjawab hal ini, lahirlah sebuah "Gerakan Rayakan Perbedaan Baduy Kembali" yang dibangun dengan tujuan untuk mengedukasi, eksplorasi serta apresiasi kultural untuk memberikan informasi khususnya ke generasi muda oleh Kompas.com dengan menggandeng Bentara Budaya Jakarta untuk bekerja sama.


Anita Feng, Wonder Woman Bisnis Waralaba dan Konstruksi Indonesia

Dalam pembukaan acara "Baduy Kembali" yang akan diselenggarakan pada tanggal 6-10 April 2016, berbagai kegiatan terkait dengan suku Baduy akan ditampilkan seperti pameran seni budaya Baduy, konser musik "Membaca Baduy", kolaborasi musisi modern dengan musisi Baduy, diskusi dengan beberapa sosiolog,antropolog dan narasumber asli Baduy tentang Baduy dahulu dan kini. Tak ketinggalan dalam kegiatan tersebut, juga akan diselenggarakan pagelaran busana yang akan menghadirkan kain-kain tenun khas Baduy dengan motif dan warna yang memiliki arti.

General Manager Bentara Budaya, Frans Sartono dalam pidatonya tadi mengungkapkan, melalui acara ini diharapkan semua lapisan masyarakat bisa merasakan, menyentuh dan mendengar suara hati Baduy.

"Diharapkan dengan acara ini, kita akan semakin mencintai Baduy yang menjadikan Indonesia memiliki warna dalam keberagaman," ujarnya, kemarin, Rabu 6/4), di Gedung Bentara Budaya, Jakarta.

Selanjutnya, pembukaan acara tersebut menampilkan sosok masyarakat Baduy seperti Arsin seorang pegiat literasi, Misnah wanita yang berprofesi sebagai penenun dan Kasudin pemimpin rombongan alat musik angklung. Tak hanya itu, mereka pun unjuk kebolehan dengan memainkan alat musik angklung diiringi lagu berbahasa sunda dengan mengelilingi area selama tujuh kali. Memainkan alat musik angklung dianggap sakral, karena kerap dihadirkan untuk menyambut moment penanaman padi agar panennya menjadi berkah dan melimpah.

Jangan Sampai Terjadi! Inilah 6 Penyesalan Terbesar Ketika Sudah Tua

Halaman: 
Penulis : Hartati, Agung Rahmadsyah