logo


Rasa Percaya Diri Anak Dipengaruhi oleh Peran Orangtua

Tak bisa dipungkiri bahwa peran orangtua sangat dibutuhkan dalam perilaku sehari-hari

6 April 2016 13:23 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Memiliki rasa percaya diri harus ditanamkan sejak usia dini. Untuk membangun rasa percaya diri pada anak ini pentingnya peran positif dari orang tua. Sebagai orang tua, pastinya mengharapkan buah hatinya memiliki kepercayaan diri agar dapat bersaing di lingkungan masyarakat khususnya di dunia kerja nantinya.

Dikatakan oleh Ratih Zulhaqqi, M.Psi, psikolog, kepercayaan diri sebaiknya ditanamkan sedini mungkin ketika anak sudah membentuk kemandirian dirinya. Dalam kondisi tersebut, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam perilaku sehari-hari. 

Misalnya, orangtua meminta tolong kepada anak, “Dek, tolong buang sampah di meja. Terima kasih.” Kegiatan sederhana ini dapat membuat anak menjadi yakin atas dirinya sendiri dan merasa mendapat penghargaan. 


Jelang Nikah Gak Perlu Panik, Baca Buku Karya TigaGenerasi Ini Aja!

Sebaliknya, ada beberapa ciri atau keadaan di mana anak belum memiliki rasa percaya diri misalnya anak belum berani mengekspresikan apa yang ada di dalam diri atau pikirannya. Rasa takut berbuat salah ketika mencoba sesuatu hal baru serta kurangnya rasa inisiatif untuk memulai atau mengawali sesuatu.

Berikut tips yang diberikan oleh Ratih Zulhaqqi yang bisa dilakukan orangtua kepada anak untuk membangun rasa percaya diri sejak dini:

1. Cintai anak apa adanya

Mencintai anak apa adanya akan membuat anak merasa dihargai, terlepas dari apapun kelemahannya. Perasaan bahwa dirinya berharga adalah hal terpenting untuk membangun kepercayaan diri. Buat suasana dan perasaan bahwa anak merasa dicintai, diinginkan dan dihargai. Orangtua dapat mewujudkan perasaan tersebut dengan beberapa aktivitas mendengarkan keluh kesah anak,  berikan sentuhan sesering mungkin kepada anak seperti memeluk, mengucapkan cinta atau memanggil dengan nama kesayangan dan hindari membanding-bandingkan anak dengan orang lain, menyudutkan anak dan membesar-besarkan kelemahan anak.

2. Orang tua menjadi model positif

Seorang anak biasanya akan belajar dari orang terdekatnya. Memori pikiran anak akan merekam apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Lingkungan yang paling dekat dengan anak dalam masa perkembangan adalah orangtua. Oleh karena itu, di dalam masa perkembangan termasuk proses membangun rasa percaya diri, orangtua sebaiknya menjadi model terbaik bagi anak-anaknya. Tunjukan perbuatan positif kepada anak dan berpikir terlebih dulu sebelum bertindak. Pikirkan apakah yang dilakukan akan berdampak baik atau buruk bagi anak. Tindakan atau kebiasaan yang dapat dilakukan adalah jujur pada diri sendiri dan jujur pada anak, sampaikan atau perlihatkan apa yang pantas dilihat oleh anak, dampingi anak untuk belajar dari kisah sukses orang lain agar anak dapat memahami makna perjuangan, aspek atau faktor yang mendukung perjuangan yang dialami orang lain serta hindari tontonan yang merusak kepercayaan diri anak (tokoh antagonis yang melakukan bully terhadap orang lain).

3. Biarkan anak menjadi dirinya sendiri

Perkembangan anak dari usia dini sampai dewasa termasuk di dalamnya rasa percaya diri akan terwujud apabila anak merasa menjadi diri sendiri, memiliki kemandirian dan dibiarkan berkembang sesuai dengan apa yang menjadi pilihannya sendiri. Perlu diperhatikan bagi orangtua agar tidak terjebak dalam pola asuh yang memaksakan kehendak kepada anak. Berikut ini beberapa contoh yang dapat dilakukan orangtua adalah biasakan untuk berdiskusi dengan anak sedini mungkin tentang keinginan atau kebutuhannya, rangtua dapat memperhatikan dan menelusuri bakat minat anak, keinginan atau passion anak, tetapi hindari memaksakan keinginan diri kepada anak dan ajarkan anak bertanggung jawab dengan pilihan dan resiko atas perbuatannya.

Berrybenka, Ritel Fesyen Terbesar di Indonesia Buka Permanent Store di PIM Jakarta

Halaman: 
Penulis : Suciati, Agung Rahmadsyah