logo


PKS Pecat Fahri, Ruhut : Fahri, Mulutmu yang Menerkammu Sendiri

Ruhut mengaku mendengar kabar bahwa Majelis Tahkim PKS sudah dalam proses untuk memecat Fahri.

5 April 2016 14:44 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul. (Foto: dpr.go.id)
Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul. (Foto: dpr.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Demokrat yang juga Anggota Komisi III DPR RI RUhut Sitompul bicara blak-blakan soal keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memecat Fahri Hamzah.

Seperti yang diutarakan Ruhut, sesungguhnya dirinya telah mengetahui ihwal cerita bakal dipemecatnya Fahri oleh PKS. Bahkan juru bicara Partai Demokrat itu sudah mengetahui Fahri bakal dipecat sejak satu bulan yang lalu.

"Aku sudah dengar ini (pemecatan Fahri) sekitar sebulan lalu," ungkap Ruhut saat dikonfirmasi media, Selasa (5/4).


Fahri Hamzah Kritik Oposisi, PPP: Kami Akan Nonton Saja Sebagai Bentuk 'Rebutan Kue'

Ruhut mengaku mendengar kabar bahwa Majelis Tahkim PKS sudah dalam proses untuk memecat Fahri. Ternyata pendengaran yang diterima Ruhut benar terjadi, Fahri Hamzah benar-benar dipecat.

"Rupanya benar dipecat. Fahri, mulutmu harimaumu, mulutmu yang‎ menerkammu sendiri," tegasnya.

Ruhut secara blak-blakan menyebut Fahri bukanlah orang yang cuco untuk menjabat pimpinan DPR. Ruhut menyinggung pula soal bersitegang Fahri dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, saat ingin menggeledah ruang kerja salah satu anggota Fraksi PKS terkait suap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Anggota Komisi III DPR itu bahkan pernah memberi saran ke Ketua Majelis Syuro PKS Salem Segaf Al-Jufri agar tidak mempertahankan Fahri di posisi wakil ketua DPR. 

"Aku bilang, k‎alau kalian piara Fahri Hamzah, kalian piara kehancuran," ungkapnya.

‎Kendati demikian ‎Ruhut mengaku sedih dengan pemecatan Fahri. 

"Aku sedih juga, tiap ketemu cipika-cipiki. Dia lawan PKS yang aku sangat sayang," tandasnya.

Fahri Hamzah Kritik Oposisi, Pengamat: Membangun Citra Partai Gelora

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah