logo


Yuk Kita Budidayakan Ikan Nila

Ikan nila adalah ikan yang mudah sekali untuk dibudidayakan

27 Oktober 2014 11:12 WIB

istimewa
istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ikan nila termasuk ikan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat kita.Karena itulah ikan ini termasuk salah satu ikan yang paling banyak dibudidayakan dan termasuk mudah pula cara pengembangbiakannya.  Ikan nila dipasarkan untuk skala rumahan, maupun skala besar dalam hal ini perusahaan.

Cara Budidaya Ikan Nila

Cara budidayaikan nila terdiri dari beberapa tahapan yang sangat penting untuk diketahui, yaitu mulai dari persiapan kolam, penerbaran benih ikan, pencegahan penyakit, dan masa pemanenan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya :


Budaya Makan Ikan Ditingkatkan di Kalangan Masyarakat

Persiapan

Sebelum membudidayakan ikan nila, alangkah baiknya menyiapkan dulu kolamnya.Caranya adalah dengan mengeringkan dasar kolam selama beberapa hari. Bersihkan kolam dari rumput liar, dengan cara mencangkul dan meratakannya. Perbaiki pula tanggul dan pintu air untuk mencegah kebocoran.
Pasanganlah saringan pada pintu pemasangan air maupun pengeluaran air. Tebarkanlah kapur di dasar kolam untuk memperbaiki pH tanah dan memberantas hama. Setelahitu, pupuk kandang ditabur dan diaduk dengan tanah dasar kolam, dengan dosis 1 – 2 ton/ha. Dapat juga pupuk kandang dionggokkan di depan pintu air pemasukan, agar bila air dimasukkan, maka dapat tersebar secara merata.
Setelah semuanya siap, kolam diairi. Mula-mulase dalam 5 – 10 cm dan dibiarkan 2 – 3 hari agar terjadi mineralisasi tanah dasar kolam. Lalu tambahkan air lagi sampai kedalaman 75 – 100 cm. Kolam siap untuk ditebari bibitikan hasil pendederan jika fitoplankton telah terlihat tumbuh dengan baik. Penebaran Ikan nila dilakukan setelah 5 - 7 hari pengisian air kolam.
Penebaran Benih Ikan Nila

Penebaran benih ikan nila dilakukan setelah hari ketujuh pengisian air kolam.Adapun benih ikan yang disebar berukuran  8-12 cm atau dengan ukuran berat 30 gram/ekor dengan pada tebar sekitar 5-10 ekor/m2. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 6 bulan atau hingga ukuran berat ikan nila sudah mencapai 400-600 gram/ekor.


Pemberian pakan

Untuk memberikan pakan bisa dilakukan setiap hari dengan pakan berupa komposisi makanan alami dan juga makanan tambahan.Pakan ikan nila ini bisa terdiri dari dedak, ampas kelapa, pelet dan juga sisa-sisa makanan dapur. Biasanya kandungan pakan ikan nila terdiri dari protein 20-30%, lemak 70%, dan karbohidrat 63 - 73%

Penyakit

Saat proses pemeliharaan ikan nila, perhatikan terus kondisi kesehatan ikan. Tidak jarang ikan nila terserang penyakit serius yang berasal dari lingkungan seperti populasi ikan yang terlalu padat, kekurangan makanan, penanganan yang kurang baik dan sebagainya. Karena itu cara yang efektif adalah dengan rutin melakukan pengeringan secara teratur setiap selesai panen.  

Selain itu hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas kolam agar ikan benar-benar terbebas dari penyakit. Kemudian atur sistem pemasukan air yang ideal dengan cara memberi pintu pemasukan air.  Lakukan pemberian pakan yang cukup baik itu secara kualitas maupun kuantitas.

Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati. Kemudian perhatikan binatang pembawa penyakit seperti burung, ikan seribu, agar dicegah tidak masuk kekolam.

 

Pemanenan Ikan Nila

Masa pemanenan ikan nila sudah dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 - 6 bulan. Ikan nila pada usia 4-6 bulan pemeliharaan akan memiliki berat yang bevariasi, yaitu antara 400-600 gram/ekor.

Bila ukuran berat dari masing-masing ikan di rasa belum maksimal, maka pemanenan bisa juga dilakukan dengan sistem bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Untuk melakukan pemanenan secara mudah bisa juga dilakukan dengan cara mengeringkan kolam secara total atausebagian. Bila ikan di panen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apa bila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

 

KKP Harapkan Dukungan AS Dalam Pengawasan Perairan

Halaman: 
Penulis :