logo


Mie Ramen dan Gerobak Sushi Sesaki Kaki Lima di 2015

Mie ramen berasal dari negara Jepang dan telah menjamur banyak dijual di Indonesia

27 Oktober 2014 10:51 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tahun 2015 tampaknya bakal menjadi tahunnya kuliner menu masakan Jepang. Hal ini ditandai dengan kemunculan mie ramen dan sushi kelas gerobak yang menyesaki kaki lima di Jakarta. Sudah tak terhitung kini berapa jumlahnya.

Gandrung menu masakan Jepang rupanya sedang menjadi tren bagi pecinta kuliner terutama mereka yang senang berburu makanan di malam hari. Jika biasanya kuliner malam hari didominasi menu nasi goreng, sate ayam, sate kambing, bakso, pecel ayam, maka kini pilihan menu itu bertambah sejak kehadiran dua jagoan menu masakan Jepang. Mie ramen dan sushi kelas gerobak.

Mie ramen adalah salah satu varian jajanan mie yang sedang digemari saat ini. Mie ramen berasal dari negara Jepang dan telah menjamur banyak dijual di Indonesia karena jenis mie ini memiliki rasa dan selera yang sesuai dengan lidah orang Indonesia.  Agar bisa diterima dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia maka kita perlu untuk menyesuaikan rasa mie ramen yang merupakan makanan impor kedalam rasa Indonesia yang memiliki citarasa lokal.


Peluang Ekspor Akar Gingseng Jepang (Gobo) Terbuka Lebar

Kunci dari rasa enak mie ramen ada pada kuah dan berbagai topping yang lezat. Kuah ramen umumnya dibuat dari kaldu daging ayam dan sapi. Daging ini dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membuat ramen menjadi sedap seperti bawang bombay, wortel, rumput laut, bawang putih, daun bawang, dan serbuk ikan tuna.

Kemunculan mie ramen kaki lima di Jakarta bisa dilihat di depan kantor Trans TV yang dijajakan dengan gerobak. Kemudian di kawasan Tebet Jakarta juga sudah dijajakan mie ramen kelas kaki lima. Belum lagi kawasan seperti Kelapa Gading, Depok, Kebayoran Lama Jakarta.

Di Jawa Barat, mie ramen juga sudah banyak dijajakan. Sebut saja di Bandung, Tasikmalaya, Garut dan Serang. Salah satu yang sukses menjajakan mie ramen adalah Gerobak Ramen Bandung. Disana dijual citara ramen dengan empat varian yang ditawarkan yaitu tomyam, miso, wakame dan kimchi.

Soal harga, masih terjangkau oleh kantong anak muda. Satu porsinya hanya dibandrol Rp 12.000. Jika mau tambah toping maka harganya mesti tambah sekitar Rp 2.500 sampai Rp 10.000. Setidaknyaa ada sembilan toping yang ditawarkan seperti seperti naruto, katsu, ebi furai, dan bakwan goreng ikan.

Karena lagi ngetren, Nova Sri Yumel sampai kewalahan melayani permintaan konsumen baik itu yang ingin membuka gerai baru atau hanya sekedar mampir icip-icip. Nova mengaku sudah punya 7 gerai Gerobak Ramen yang tersebar di Bandung, Tasikmalaya, Garut dan Serang.

Omset berjualan mie ramen cukup legit. Sebulan bisa meraup Rp 20 juta hingga Rp 59 juta sebulan. Adapun keuntungan bersih mencapai 24% dari omset. Balik modalnya  sekitar 7 bulanan saja.

Satu lagi menu masakan Jepang yang juga lagi digandrungi adalah Sushi. Jika biasanya untuk mencicipi sushi harus ke mall-mall besar dan mewah maka kini mencicipi sushi cukup di kaki lima saja.

Di Jakarta sushi kelas kaki lima sudah hadir di Kalimalang Bekasi, Tebet, Depok dan Kebayoran Lama Jakarta. Salah satu pemain sushi adalah Sushiko di Jalan Raya Kalimalang Jakarta. Pemiliknya adalah Endang. Sushiki hadir dalam mobil minibus yang sudah dirombak sedemikian rupa dengan desain ala Jepang.

Di sini Anda bisa menemukan menu unik seperti Rainbow, Dragon Fly, Kintaro, Salmon Nagiri, Tuna Maki, Salmon Toast, Tobiko Gunkan, selain itu tersedia juga teh hijau khas Jepang yang bernama Ocha. Untuk harga jangan khawatir, karena makan di Sushiko tidak membuat kantong jebol. “Motivasi saya membuat Sushiko ini, adalah saya ingin membawa makanan Jepang yang terkenal “premium” yang hanya dinikmati kalangan tertentu, ke masyarakat menengah ke bawah,” tambah Endang.

Kabanyakan konsumen sushi tersebut adalah para ABG, selain karena tempatnya yang nyaman buat nongkrong, harganya pun juga cukup murah. Selain itu, banyak juga ibu-ibu yang datang ke Sushiko dengan membawa anak-anaknya untuk makan sushi. Selain mangkal di Jalan Raya Kalimalang, Endang juga membuka Sushiko di Taman Mini Indonesia Indah di hari minggu dengan memakai mobil. Endang, juga mulai melirik untuk membuka gerai Sushiko di sebuah kompleks ruko yang ada di daerah Kelapa Gading.

Sayangnya Endang enggan berbagi omset usahanya. Tapi yang jelas cukup gurih sehingga ia dengan mantap ingin menambah gerai usahanya tersebut.

Pengamat waralaba, Amir Karamoy menilai, bisnis makanan kuliner Jepang masih menjanjikan, khususnya di kota besar. Ini lantaran masyarakat perkotaan memiliki gaya hidup yang setara dengan masyarakat internasional. Bahkan masyarakat di daerah pun mulai menggemari kuliner Jepang.

Melon Granat, Primadona Baru Buah Melon?

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah