logo


Gejolak Harga Bawang dan Cabai Sumbang Inflasi Maret 2016

Bawang dan cabai sifatnya mudah rusak

1 April 2016 14:28 WIB

Pedagang cabai di salah satu pasar. (Jitunews/Johdan A.A.P)
Pedagang cabai di salah satu pasar. (Jitunews/Johdan A.A.P)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Fluktuatifnya harga cabai dan bawang sepanjang bulan Maret 2016 lalu, ikut menyumbangkan terjadinya inflasi. Sepanjang Maret kisaran harga cabai rawit merah mencapai Rp 60.000-90.000 per kilogram (kg), Sedangkan bawang merah sekitar Rp 50.000-80.000 per kg.

Fluktuatifnya harga bawang dan cabai ini menyumbangkan inflasi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,69 persen. Terkait dengan hal itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, mengatakan, naiknya harga bawang dan cabai ini lebih dikarenakan mulai tingginya curah hujan di sejumlah sentra produksi.

"Sekarang kan curah hujannya sudah mulai tinggi terutama di daerah-daerah sentra bawang dan cabai sehingga berdampak pada ketersediaan bawang dan cabai," ungkap Suryamin, Jumat (1/4), di kantor BPS, Jakarta. 


Periode Maret 2018: Harga Menguat, BK CPO Nol, BK Kakao 5%

Selain itu, tambah Suryamin, sifat dari bawang dan cabai yang mudah rusak juga memberi efek yang cukup besar pada ketersediaan stok di pasar. "Jadi sifat bawang yang cepat rusak ini juga memberi dampak yang cukup besar pada ketersediaan stok cabai dan bawang. Dan akhirnya membuat harga melambung," terangnya. 

KKP-FAO Lakukan Training untuk Percepat Perluasan Area Minapadi di Indonesia

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro