logo


NU Izin ke Jokowi untuk Kumpulkan Pemimpin Islam Moderat Dunia

Ketum PBNU Said Agil Siraj, turut hadir bersama Rais Aam Syuriah PBNU KH.Ma'ruf Amin.

31 Maret 2016 13:55 WIB

Said Aqil Siraj dan Rais Aam PBNU KH. Maruf Amin (Dok.Seskab.go.id)
Said Aqil Siraj dan Rais Aam PBNU KH. Maruf Amin (Dok.Seskab.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang tadi, Kamis 31 Maret 206 menerima para Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istana Negara, Jakarta.

Rais Aam Syuriah PBNU Ma'ruf Amin kepada awak media menyampaikan bahwa kunjungan ke Istana bertemu dengan Jokowi untuk membahas tentang rencana penyelenggaraan International Summit Of The Moslem Moderate Leader.

"Yaitu pemimpin-pemimpin Islam moderat seluruh dunia insya Allah tanggal 9 Mei dan akan dihadiri antara 40-60 negara," ujar Ma'ruf, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/3).


Wacana Sertifikasi Khatib, PBNU: Sah-sah Saja Tetapi Jangan Mengekang Dakwah

Amin menambahkan, aksi radikalisasi dan terorisme yang terjadi belakangan haruslah segera dibendung. Untuk itu, penting untuk merumuskan tentang persepsi radikalisasi dan terorisme melalui International Summit Of The Moslem Moderate Leader.

NU sendiri, pasca bom di Brussel, berpandangan bahwa aksi keji tersebut kian menguat dan berbahaya.

"Adanya bom Brussel (Belgia), di Ankara (Turki), Lahore (Pakistan) dan berbagai kekerasan-kekerasan yang lain. Oleh karena itu, pemimpin Islam moderat ini harus bersatu," ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini.

Turut hadir Rais Aam Syuriah PBNU KH.Ma'ruf Amin, Ketum PBNU Said Agil Siraj, Wakil Ketua Umum Ma'sum, dan Sekjen Helmy Faisal. 

Soal Wacana Solat Jumat di Rumah, Begini Tanggapan PBNU

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah