logo


Mentan Amran Targetkan Produksi Gabah Kering di Indramayu Capai 500 Ribu Ton

Pihaknya menargetkan para petani dapat menghasilkan gabah kering giling (GKG) sebesar 500 ribu ton hingga Mei 2016.

30 Maret 2016 14:38 WIB

Petani mengayak gabah panen. (Foto: Dok. Jitunews.com)
Petani mengayak gabah panen. (Foto: Dok. Jitunews.com)

INDRAMAYU, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, dalam panen raya padi dan percepatan tanam di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pihaknya menargetkan para petani dapat menghasilkan gabah kering giling (GKG) sebesar 500 ribu ton hingga Mei 2016.

"Ibu Bupati minta dinaikkan menjadi 500 ribu ton GKG yang sebelumnya ditargetkan hanya 300 ribu ton karena produktivitasnya tinggi. Kita harap ini milik rakyat juga, bukan untuk pemerintah," ujar Amran saat kunjungan kerja dalam rangka panen raya padi dan percepatan tanam 2016, di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (30/3).

Jika target tersebut tercapai hingga dua bulan ke depan (Mei), Amran melanjutkan, maka dirinya akan mengunjungi desa tersebut.


Roy Suryo: Terima Kasih Pak Presiden Jokowi

"Kami akan kesini lagi untuk mengecek, sekaligus makan siang dan ngopi bersama masyarakat Kabupaten Indramayu," ucapnya.

Untuk mencapai target tersebut bisa tercapai dan meningkatkan produktivitas, maka pihaknya memberikan beberapa fasilitas yaitu peningkatan peralatan mesin pertanian (Alsinta) dan infrastruktur pertanian, seperti traktor dan saluran irigasi. Saluran irigasi tersebut yang bisa diperbaiki adalah jaringan tersier.

"Irigasi kita pastikan, kami bantu irigasi tersier nanti setelah proposal Bupati Indramayu masuk, benih gratis hingga 5.000 hektar, dan gudang. Minta mumpung menterinya baik. Kami tunggu bulan Mei-Juni mendatang," ungkapnya.

Tidak hanya itu, para petani Desa Amis, Kabupaten Indramayu juga meminta kepada Menteri Amran untuk infrastruktur agar produkivitasnya juga tinggi. Mereka membutuhkan pompa termasuk pipa paralon, dan Menteri Amran pun memberikan dua pompa yang besar dan pipa besar.

"Kami juga berikan sumur dalam 100 meter. Tapi untuk dana alokasi khusus (DAK), kami pertimbangkan karena DAK 2015 setelah kami dilantik naik. Untuk 500 ribu ton GKG ke Bulog harus bisa," tuturnya.

KKP dan FAO Sepakat Kembangkan Pakan Mandiri

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Vicky Anggriawan